Jumat, 22 Mei 2015

REVIEW APPS KLEORA INDONESIA ANDROID




Asalamualaikum WR,WB

Semoga para pembaca sehat selalu, hari ini saya akan memberikan, menjelaskan review APPS dari KLEORA INDONESIA, bagi yang belum mengetahui apa itu KLEORA IINDONESIA? Akan saya jelaskan.

KLEORA INDONESIA, adalah  E-COMERCE baru yang berdiri pada tahun 2014, didirikan oleh seorang wanita yang sangat cerdas menurut saya, kenapa begitu? Karena  beliau telah menemukan sebuah inovasi baru dalam teknologi E-COMERCE, yaitu menggabungkan antara E-COMERCE dengan social media, dan saya bilang cerdas karena beliau menemukan IDE brilian ini dengan melihat bahwa SELLER di Media social menggunakan Social media untuk berjualan, beliau berpikir bahwa bagaimana caranya seller migrasi dari social media ke website E-COMERCE dengan mudah dipahami bagi seller. Ide inilah yang menginspirasi beliau menciptakan KLEORA Indonesia.

Merasa yakin bahwa kleora bisa bersaing di kancah internasional dan berkembang beliau mengikuti lomba yang di selenggarakan oeh pemerintah chile yang bernama START UP CHILE, dan siapa sangka pemerintah CHILE sangat jatuh cinta terhadap ide beliau dan di beri nama KLEORA INDONESIA.

Dan minggu ini KLEORA INDONESIA telah launching APPSnya untuk OS ANDROID yang kemudian mungkin menyusul untuk versi IOS,WINDOWS, dan yang lainnya, yang bertujuan untuk lebih menjangkau user SMARTPHONE ANDROID yang lebih banyak di gunakan di Indonesia pada saat ini.

Dan sekarang saya akan membahas atau mereview APPSnya, karena penulis belum mempunyai SMARTPHONE jadi penulis tidak patah semangat, penulis mendownload dan mencoba APPS KLEORA INDONESIA menggunakan emulator android yaitu BLUESTACK, tanpa basa basi ayo kita review.


“INTERFACE”
Untuk interface atau design aplikasi ini menurut saya sangat bagus, lebih terlihat dan terasa fresh atau segar, lebih anak muda dan intinya lebih menarik, mungkin untuk kedepannya kategori yang di tampilkan lebih bervariasi.

Untuk tampilan log in saya sangat suka sifat kesederhanaannya warnanya yang sesuai dengan logo KLEORA, dan untuk tampilan pertama sehabis mendownload ada fitur petunjuk untuk intregasi social media bagi seller yang telah lama berjualan di media social dapat memindahkan data berjualannya di media social ke apps kleora Indonesia dengan mudah, dan inilah fitur yang dilirik oleh pemerintah Chile, dan menyingkirkan kandidat lainnya dari berbagai Negara.

Dan menurut saya sedikit koreksi bahwa di bedakan untuk register sebagai seller dan sebagai buyer.

“Fitur keranjang belanja”

Untuk melihat informasi bahwa kita telah belanja apa saja ada fiturkeranjang belanja yang dapat menampilkan status belanjaan kita secara lengkap, dan spesifik, dan kita pun dapat melihat status order kita apakah sudah di proses atau belum di fitur “Status Order”

Fitur “Akun Saya”

Di fitur ini kamu dapat memperbaiki data pribadi kamu atau sebagai penjual untuk di tampilkan di KLEORA INDONESIA, ada salah satu kekurangan menurut saya: di fitur akun saya, saya menemukan sebuah BUGS pada saat saya ingin memasukan data no Handphone, setelah saya isi nomor handphone ternyata nama pengguna hilang, kolom nama dengan nomor handphone berubah posisinya, saya tidak tahu pasti kesalahan ini apakah terjadi karena saya menggunakan emulator BLUESTACK, karena pada saat ini saya tidak mencobanya lewat perangkat device smartphone.
Fitur konfirmasi bayar

Disini kamu dapat melihat informasi apakah barang yang kamu jual sudah di bayar oleh pembeli atau belum. Terdapat order id yaitu ID order untuk mensearch barang kamu,bank tujuan yang dipakai oleh pembeli, bank yang kamu gunakan, atas nama rekening, dan nominal transfer.

Hubungi KLEORA

Fitur yang dapat kamu gunakan jika terjadi masalah ataupun ada pertanyaan untuk menggunakan APPS, fitur ini berjalan sangat lancar dan mudah jika kamu mengklik salah satu metode dapat langsung masuk ke call management smartphone kamu, dan bila menggunakan email akan langsung masuk kea kun gmail kamu yang ada di smartphone.


“transaksi”
Terdapat juga fitur transaksi untuk melihat histori transaksi jual beli di KLEORA

“Tarik uang”
Jujur saya belum menggunakan fitur tarik uang ini, tapi saya menduga fitur ini untuk bisa mendebet melalui akun rekening kamu, silahkan pembaca sekalian untuk mencobanya.

“LOG OUT”

Di fitur ini yang masih menjadi trouble menurut saya karena saya log out, loading yang sangat lama.


“KESIMPULAN”
[+] segi tampilan yang sangat baik, halus, sederhana tapi tidak melupakan sisi kegunaannya.
[+] tanpa lag/hang dalam pengoperasiannya.
[-] log out yang sangat lama.
[-] fitur akun saya pengeditan nama pengguna dan nomor handphone yang sering tertukar jika di edit.

Rabu, 13 Mei 2015

“The Green Hilton Memorial Agreement” di Geneva pada 14 November 1963"

“The Green Hilton Memorial Agreement” di Geneva pada 14 November 1963"

 
Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia.

Usia perjanjian “keramat” antara Presiden Indonesia Soekarno dengan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy. Perjanjian dikenal dengan nama “Green Hilton Memorial Agreement.” Inti perjanjian ini bahwa Amerika Serikat mengakui adanya aset bangsa Indonesia tetapi mengabaikan pengembaliannya. Mereka sepakat gunakan pagu nilai dalam perjanjian saat itu adalah emas setara 57 ribu ton.

Nilai itu kemudian dibukukan dalam bank oleh William Vouker sebagai wakil dari negara Swiss yang saat itu juga ikut manandatangani perjanjian. Dua hari sebelumnya, tepatnya tanggal 12 November 1963, ketiga tokoh itu membukukan perjanjian tentang aset itu yang menyatakan bahwa perjanjian tersebut berlaku tahun 1965. Seminggu kemudian JFK dibunuh di Dallas AS, Bung Karno dihabisi kekuasaannya sebagai Presiden RI melalui kudate G30S PKI kurang lebih dua minggu sebelum perjanjian itu jatuh tempo.

Kini potongan penting sejarah bangsa Indonesia lenyap bagaikan ditiup badai Haiyan yang melanda wilayah Filipina sekarang. Tak ada satu pun lembaga resmi negara mengakui perjanjian itu. Baik Amerika maupun Indonesia lebih nyaman berperan kura-kura dalam perahu. Namun geliat dunia perbankan bagaikan semut menggerbuti sebongkah gula. Kalau ada tim pun yang dicoba untuk menelusuri jejak “keramat” Bung Karno ini, lebih senang dilakukan secara diam-diam siapa tau duitnya benar-benar ada. Komunitas pun bermunculan dengan mendendangkan lagu merdu kepada anak republik bahwa waktunya telah tiba bagi cairnya aset bangsa itu.

Organisasi, yayasan, dan paguyuban pun dibentuk untuk menyambut berkah yang mereka sebut “Dana Amanah.” Dengan nyanyian merdu bahwa dana itu akan dibagikan bak bantuan tunai langsung konvensasi kenaikan BBM. Banhak anggota mereka rela membayar iuran mendengar lagu merdu yang bernama “Dana Amanah.” Bahkan tak sedikit diantaranya terpaksa membuat idiom negara dalam negara karena ‘dana suci’ itu tidak akan pernah cair apabila masih ada pihak pejabat Indonesia yang korupsi. Tak hanya masyarakat Indonesia yang kemudian menjadi ‘gila’ dengan isyu ini, tetapi juga masyarakat di beberapa negara yang menjadi tempat gaulnya Soekarno.

Kondisi sekarang menjadi tidak sehat, karena banyak pihak yang mengaku bahwa dirinyalah yang diberikan mandat oleh Bung Karno. Strategi dan komunikasi transendental pun dibangun untuk meyakinkan khalayak. Bahkan mulai ada calon presiden mendatang yang ingin berperan sebagai Satrio Peningit. Peran itu tentu bermaksud berkait dengan harta ini. Sadar akan situasi ini, segeleintir pemuda bangsa Indonesia yang gelisah akan situasi tak logis ini mencoba mengurai benang sejarah yang kusut ini. Mereka mencoba mencari penggelan sejarah bangsa yang hilang ini secara ilmiah kalau pun boleh disebut demikian pada Selasa, 12 November 2013 di Kawan Bintaro, Jakarta Selatan. Semoga sukses. Salam perjuangan wahai anak bangsa. Percayalah, Tuhan tidak pernah tidur.

LATAR BELAKANG

“Considering this statement, which was written and signed in November, 21-th 1963 while the new certificate was valid in 1965 all the ownership, then the following total volumes were just obtained.”
Sepenggal kalimat yang menjadi berkah sekaligus kutukan bagi Bangsa Indonesia hingga kini. Kalimat itu menjadi kalimat penting dalam perjanjian antara Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy dengan Presiden Soekarno tahun 1963.
 
Banyak pengamat Amerika melihat perjanjian yang kini dikenal dengan nama “The Green Hilton Agreement” itu sebagai sebuah kesalahan besar Bangsa Amerika. Tetapi bagi Indonesia, itulah sebuah kemenangan besar yang diperjuangkan Bung Karno. Sebab jumlah batangan emas tertera dalam lembaran perjanjian itu terdiri dari 17 paket sebanyak 57.147 ton lebih emas murni 24 karat.
Bung Karno pernah mengungkapkan kepada rekan terdekatnya, bahwa ia ingin harta nenek moyang yang telah dirampas oleh imprealisme dan kolonialisme dulu bisa kembali. Tetapi perjanjian itu hanya sebatas pengakuan dan mengabaikan pengembaliannya. Sebab Amerika Serikat telah mengambilnya sebagai harta pampasan perang dunia ke dua.
 
Konon harta ini bermula dari kisah tabungan para raja-raja yang ada di Nusantara pada era penjajahan Belanda menyimpan batangan emasnya di De Javasche Bank (DJB), Bank Sentral pemerintah kolonial Belanda di Jakarta yang kemudian menjadi Bank Indonesia sekarang. Tetapi ada banyak juga hasil rampasan Belanda dari aset kerajaan-kerjaan Nusantara. Harta-harta inilah kemudian diangkut ke negeri Ratu Yuliana (ketika itu). Tetapi, masih menurut literatur yang saya dapat, setelah Belanda kalah perang dengan Jerman, maka Nazi Jerman membawa harta itu ke Jerman. Perang dunia kedua, Jerman kalah dengan Amerika, maka Amerika membawa semua harta itu ke negaranya hingga kini.
 
Presiden Soekarno yang mendapat informasi tentang harta ini dari para sesepuh kerajaan Nusantara mendorongnya selaku Presiden RI untuk melakukan perundingan dengan petinggi Amerika dan Eropa, hasilnya Presiden Soekarno berhasil mendapatkan pengakuan bahwa harta itu memang berasal dari Indonesia, tetapi mengabaikan kewajiban bagi Amerika itu untuk mengembalikannya. Sebab, bagi mereka itu merupakan harta pampasan perang. Nah, hasil kesepakatan itu dinamai “Hilton Agreement” yang terjadi pada tahun 1961.
 
Belum puas akan hal tersebut, kemudian Bung Karno membuat sebuah ikatan sejarah antar bangsa, caranya Bung Karno memanfaatkan celah bahwa yang harus ikut menandatangani kontrak dalam traktat internasional tersebut adalah utusan kerajaan di Indonesia sesuai dengan asal muasal harta pusaka tersebut. Bung Karno memperoleh mandat untuk mengelola harta bangsa Indonesia yang kala itu baru merdeka. Kepercayaan ini diperoleh berdasarkan kesepakatan raja-raja Nusantara yang dihimpun Bung Karno. Maka tercatatlah nama Bung Karno sebagai salah seorang nama yang berhak mencairkan dana di Heritage Foundation.
 
Perjanjian itu berkop surat “Burung Garuda” bertinta emas di bagian atasnya yang kemudian menjadi pertanyaan besar pengamat Amerika, kenapa Amerika Serikat begitu mudahnya mempercayai asal-usul harta tersebut dan Presiden AS menandatangani pengakuan tersebut. Turut serta menandatangani perjanjian tersebut John F. Kennedy selaku Presiden Amerika Serikat dan William Vouker yang berstempel “The President of The United State of America” dan dibagian bawahnya tertera tandatangan Soerkarno dan Soewarno berstempel “Switzerland of Suisse”, menjadi pertanyaan kita adalah mengapa Soekarno tidak menggunakan stempel RI. Pertanyaan itu sempat terjawab, bahwa beliau khawatir harta itu akan dicairkan oleh pemimpin Indonesia yang korup kelak.
 
Perjanjian ini oleh dunia moneter dipandang sebagai pondasi kolateral ekonomi dunia hingga kini karena digunakan sebagai jaminan (koleteral) bagi penerbitan sejumlah mata uang didunia yang meminjamnya sebagai jaminan penerbitan uang oleh negara-negara lain.
 
Kendati perjanjian itu mengabaikan pengembaliannya, namun Bung Karno mendapatkan pengakuan bahwa status koloteral tersebut bersifat sewa (leasing). Biaya yang ditetapkan Bung Karno dalam perjanjian sebesar 2,5% setahun bagi siapa atau bagi negara mana saja yang menggunakannya. Dana pembayaran sewa kolateral ini dibayarkan pada sebuah account khusus atas nama The Heritage Foundation yang pencairannya hanya boleh dilakukan oleh Bung Karno sendiri atas restu yang dimuliakan Sri Paus Vatikan. Namun karena Bung Karno sudah tiada, maka perjanjian ini pun menjadi misteri.
 
April 2009, dana yang tertampung dalam The Heritage Foundation sudah tidak terhitung nilainya. Jika biaya sewa 2.5% ditetapkan dari total jumlah batangan emasnya 57.150 ton, maka selama 34 tahun hasil biaya sewanya saja sudah setera 48.577 ton emas. Artinya kekayaan itu sudah menjadi dua kali libat lebih, dalam kurun kurang dari setengah abad atau setara dengan USD 3,2 Trilyun atau Rp 31.718 Trilyun, jika harga 1 gram emas Rp 300 ribu. Hasil lacakan terakhir, dana yang tertampung dalam rekening khusus itu jauh lebih besar dari itu. Sebab rekening khusus itu tidak dapat tersentuh oleh otoritas keuangan dunia manapun, termasuk pajak.
 
Pemerintahan Presiden SBY dikabarkan tidak pernah percaya terhadap adanya Green Hilton Agreement maka SBY ikut serta menandatangani rekomendasi G20. Memorandum G20 di London itu tersebut menghapuskan status harta dan kekayaan rakyat Indonesia yang diperjuangkan Bung Karno karena isi memorandum itu “seolah” memberikan otoritas kepada lembaga keuangan dunia seperti IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan baru bagi mengatasi krisis keuangan global yang paling terparah dalam sejarah dunia. Atas dasar rekomendasi G20 itu, segera saja IMF dan World Bank mendesak Swiss untuk membuka 52.000 rekening di UBS yang oleh mereka disebut aset-aset bermasalah. Bahkan lembaga otoritas keuangan dunia sepakat mendesak Vatikan untuk memberikan restu bagi pencairan aset yang ada dalam The Heritage Foundation demi menyelamatkan ummat manusia.
 
BENARKAH GREEN HILTON AGREEMENT ITU ADA
Sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini lupa bahkan tidak mengetahui tentang Green Hilton Agreement. Naskah aslinya pun belum pernah diketahui kembali. Kini banyak beredar di internet scan dari isi dokumen tersebut, namun keaslinnya diragukan walau banyak orang di Indonesia (bahkan luar negeri) menyatakan bahwa mereka punya dokumen aslinya.
 
Peristiwa penandatanganan perjanjian ini unik karena diketahui Presiden Soekarno bertemu Presiden Kennedy saat kunjungan kenegaraan pada 24 April 1961, tetapi pada perjanjian tersebut tertulis tanggal 14 November 1963. Padahal pada tanggal 14 November 1963, Kennedy melakukan konsperensi pers yang terakhirnya di Gedung Putih, Washington DC menjawab pertanyaan pers seputar kasus sepionase oleh Frederick C. Barghoorn, sebelum ia dibunuh pada tanggal 22 November 1963. Sedangkan di Jakarta sendiri, dari tanggal 10-22 November 1963, dilaksanakan pekan olahraga negara-negara Non-Blok GANEFO, yang diprakarsai, dibuka dan ditutup oleh Presiden Soekarno. Adakah kemungkinan ke dua pemimpin negara tersebut bertemu di Geneva-Swiss pada tangga 14 November 1963 untuk menandatangani perjanjian tersebut. Lalu bagaimana sejarah sebenarnya tentang penanda tanganan Green Hilton Agreement ini.
 
BENARKAH HARTA AMANAH BANGSA INDONESIA ADA DI HERITAGE FOUNDATION
 
Safari ANS seorang investigator jurnalistik selama 10 tahun mencari tahu kebenaran misteri Green Hilton Agreement yang ditandatangani 14 November 1963 ini. Berdasarkan hasil investigasinya sejak tahun 1988, maka Safari berkesimpulan bahwa Dana Amanah itu memang ada yang tersimpan di FED yang kemudian menjadi aset dunia.
 
Uji coba tentang nyata tidaknya jaminan koleteral ini berlaku di pasar mata uang dunia dilakukan oleh Safari beserta teman-teman mendirikan lembaga “International Fund for Indonesia Development (IFID)” di Hong Kong. Kantor IFID berlokasi di International Finance Center (IFC) Hong Kong, satu gedung dengan HKMA (Hong Kong Monitory Authority), bank sentral Hong Kong. Cara yang mereka lakukan adalah melakukan transaksi bisnis dengan mengirimkan surat-surat berharga dari Indonesia. Tidak ada dukumen yang dikirimkan kurang dari USD 1 milyar terbitan tahun 1960-an. Baik dokumen dari institusi UBS Switzerland, HSBC sendiri dan lainnya. Hasilnya mencengangkan. Bahwa dokumen-dokumen tersebut tidak bisa dicairkan, tetapi bisa diperdagangkan melalui High Yield Program. Ini merupakan cara FED (AS) dan bank-bank ternama dunia untuk mengakali agar bisa uang kartal dapat dipergunakan. Programnya berjalan tetapi uangnya tidak bisa diambil. Karena otoritas keuangan dunia hanya diberi kewenangan oleh Heritage Foundation untuk menggunakan dana-dana tersebut bagi kepentingan kemanusiaan.
 
Safari menambahkan walaupun melalui IFID di Hongkong tidak berhasil menarik uang tersebut, tetapi hasil investigasi Safari mengungkap bahwa “Dana Abadi Ummat Manusia” itu ADA, dan dokumen-dokumen dari Indonesia diakui keberadaannya, hanya saja belum ada satu yang berhasil mencairkannya hingga saat ini.
 
Kesimpang-siuran Green Hilton Agreement banyak dimanfaatkan oleh segolongan orang yang mencari uang untuk kepentingan diri dan kelompoknya dengan sebutan beraneka nama ada Dana Revolusi, Dana Amanah, Gudang Harta, UBS dan lain sebagainya yang akhirnya mereka minta sejumlah uang untuk membuka rekening dan lain sebagainya. Tidak sedikit masyarakat yang tertipu hingga milyaran Rupiah demi mencairkan dana tersebut.
 
PENELURUSAN SEJARAH

Sebuah tentang asal usul bangsa Indonesia kini berasal dari negeri Indonesia sendiri digagas oleh Profesor Moh. Yamin melalui “Blood Und Breden Unchro” yang kemudian didukung oleh teori Profesor Ario Santos tentang benua Atlantis yang kemungkinan sisanya berada disekitar laut Indonesia melalui “Atlantis The Lost Continent Finally Found” serta teori Profesor Steven Oppenheimer melalui “Eden In The East” yang menegaskan letak Atlantis berada berada di Indonesia. Kedua profesor asing tersebut melalukan penelitian berdasarkan isu sejarah yang berkembang tentang bangsa Atlantis hingga mereka temukan jawabannya.
Bertahun-tahun lamanya Bangsa Indonesia diharuskan puas dengan penjelasan pelajaran sekolah tentang asal-usulnya dari dataran Yunan, Indochina, namun dengan teori baru ini meliarkan cerita sejarah asal-usul bangsa ini dimasyarakat Indonesia termasuk kini semakin kuat isu tentang harta warisan para raja nenek moyang Bangsa Indonesia.
 
Berkembangnya informasi asal usul nenek moyang Bangsa Indonesia termasuk harta kekayaan warisan para raja Nusantara yang kemudian menjadi kekayaan harta dunia telah menjadi isu “treasury hunt” terlebih bagi ditengah krisis ekonomi yang melanda Indonesia hingga saat ini membuat rakyat sengsara fisik dan jiwa dimana mereka melihat segelintir orang berharta lebih. Dorongan hawa nafsu membutakan mereka untuk mengejar harta karun warisan leluhur ini dengan berbekal informasi dari internet, dari omongan orang hingga bujuk rayu akan cairnya dana amanah ummat, dana revolusi, dan macam lainnya.
 
Adalah tugas dari para intelektual untuk mencari tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan isu-isu seputar harta karun yang dimaksud dalam Green Hilton Agreement yang scan copy-nya beredar dimasyarakat. Sudah sepantasnya masyarakat mengetahui duduk permasalahan sebenarnya agar tidak terombang-ambing oleh hal yang menyesatkan dan merugikan.
 
Bila benar adanya Green Hilton Agreement bagaimana cara agar warisan nenek moyang tersebut bisa digunakan untuk kesejahteraan umat semesta, lalu siapa yang berhak atau dapat mengakses pencairannya, siapa yang berwenang untuk mewakili pemanfaatannya.
 
Apabila tidak benar dan hanya dongeng atau hoaks, sepatutnya pemerintah dan aparat kepolisian Republik Indonesia segera menindak tegas oknum-oknum masyarakat yang telah meresahkan masyarakat dengan cerita-cerita pencairan Green Hilton Agreement dengan janji-janji dan penipuan. Sudah sepantasnya masyarakat kembali mencari rejeki dengan berkarya nyata dijalan yang halal.
 
SEMINAR GREEN HILTON AGREEMENT
Gagasan penyelenggaraan diprakarsai oleh group komunitas mayarakat di internet yang saling bertukar informasi dan gagasan dibidang sejarah dan budaya Indonesia, dimana group ini sangat prihatin terhadap isu-isu ketidakjelasan sejarah yang dapat memberi dampak kontra produktif dalam tumbuh kembangnya masyarakat Indonesia.
 
Seminar nasional bertajuk “GREEN HILTON AGREEMENT: GUGATAN SEJARAH dengan topik pembahasan:
1. Latar belakang dan kebenaran Green Hilton Agreement 21 November 1963;
2. Kaitan Green Hilton Agreement dengan koleteral Heritage Foundation;
3. Bagaimana status hukum Green Hilton Agreement terakhir;
4. Siapa otoritas, bagaimana dan kapan Green Hilton Agreement dapat dipergunakan;
5. Bagaimana dampak hukum, ekonomi, sejarah dan pemanfaatan kesejahteraan sosial;
6. Rekomendasi untuk pemerintah Republik Indonesia.
 
Bermaksud membuka tabir kesesatan informasi tentang kebenaran sejarah asal usul jati diri bangsa Indonesia dan kemana larinya warisan harta kerajaan-kerajaan Nusantara paska kemerdekaan Indonesia yang kini disebut-sebut ada dalam koleteral dimaksud Green Hilton Agreement.
 
Tujuan diselenggarakannya seminar ini untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan Indonesia dan aplikasinya bagi kesejahteraan umat universal.
 
Seminar akan diselenggarakan pada bulan November 2012 dalam rangka memperingati 49 tahun Green Hilton Agreement yang bertepatan pada tanggal 21 November 2012. Lokasi berlangsungnya seminar masih dalam pembahasan dan pertimbangan dengan mencari pihak sponsor penyelenggara.
 
DUKUNGAN SEMINAR
 
Dukungan terselenggaranya seminar “GREEN HILTON AGREEMENT: GUGATAN SEJARAH” berdatangan dari anggota group Nusantara Historical Discovery, group Pandora Manggala Nuswantara, dari Bapak Ahmad Yanuana Samantho (ICAS-Paramadina, pengarang buku “Peradaban Atlantis Nusantara”, dari Bapak Safari ANS (wartawan independent, investigator Green Hilton Agreement dan Heritage Foundation), Bapak Oki dari UtaniU dan rekan-rekan dari komunitas pemerhati sejarah Nusantara. Bapak Safari telah menyatakan kesediaanya sebagai nara sumber pelaku investigasi.
 
TARGET PESERTA SEMINAR
 
1. 1. Menteri Luar Negeri RI;
2. 2. Menteri Pendidikan Nasional RI;
3. Civitas akademika (Disiplin ilmu hukum, ekonomi, fisip, sejarah, keguruan);
4. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia;
5. Lembaga independent pengkajian ilmu pengetahuan;
6. Lembaga Swadaya Masyarakat;
7. 7. Pusat Studi Sejarah Indonesia;
8. Masyarakat pemerhati sejarah dan budaya Nusantara;
9. Media cetak dan elektronik;
10. Pelajar dan masyarakat umum.

PEMBENTUKAN PANITIA SEMINAR
 
Dalam penyelenggaraan event seminar dibutuhkan dukungan sumber daya manusia dan pendanaan, maka dalam rencana perhelatan seminar ini kami mohon bantuan dan dukungan sodara-sodara untuk dapat memberikan kontribusi bagi kesuksesan terselenggaranya seminar nasional ini.
 
Mengenai jumlah undangan dan peserta seminar akan dibahas apabila tim pelaksana seminar telah terbentuk yang akan diikuti dengan pembuatan anggaran serta program kerja.
 
14 november 1963, Bung Karno dan Presiden Kennedy menandatangi perjanjian yang sangat dikenang oleh dunia International, “ Green Hilton Agremeent”, hari ini tepat 47 tahun yang lalu. Ini adalah adalah bentuk perjanjian penyerahan emas sebanyak “ Empat puluh delapan ribu ton emas” kepada America untuk menyelamatkan perekonomian dunia dari ambang kehancuran dan untuk mencegah terjadinya perang dunia ke-3. Jumlah yang fantastis, jika 1 kg emas dihargai USD 43989 (link http://www.goldprice.org/gold-price-per-kilo.html) maka total nilainya adalah USD 2111.472 milyar.
 
Tepat hari ini juga, G20 bertemu untuk membahas permasalahan ekonomi dunia dan beberapa minggu sebelumnya Amerika mengucurkan dana perbaikan ekonominya sebanyak USD 600 milliar yang berarti menggunakan cadangan emas sekitar dua puluh delapan persen dari jumlah yang pernah ditandatangani antara Soekarno dengan Kennedy, alias 15348 ton emas.
 
Tulisan ini sekedar mengingatkan bahwa perjanjian tersebut sangat berarti bagi dunia dan khusunya bagi rakyat Indonesia. Di dalam perjanjian juga dicantumkan bahwa Soekarno mendapat hak sekitar 2 persen bunga pertahun dalam bentuk obligasi atas jasa diplomasi beliau mengumpulkan emas Nusantara yang kemudian disebut Soekarno sebagai dana Revolusi, . Setelah 47 tahun berlalu, berarti total bunga yang menjadi hak Soekarno sekitar USD 1900 milyar, nilai yang begitu fantastis
(http://ayemmo.wordpress.com/…/the-green-hilton-agreement-g…/).
 
Perjanjian ini seolah dilupakan Amerika, tetapi dunia tidak pernah melupakanya seperti yang sudah di ikrarkan dalam Perjanjian Bangkok yang dikenal dengan, “Recognizing the Rights” Treaty, Bangkok, Thailand, dated 2003”.http://ayemmo.wordpress.com/…/the-green-hilton-agreement-g…/.
 
Sampai sekarang hak Bung Karno tersebut tidak jelas rimbanya, keluarga Soekarno juga tidak memiliki document untuk mencairkan dana tersebut, terlebih lagi Kennedy mati terbunuh 10 hari setelah perjanjian tersebut ditandatangani. Menurut hukum Swiss (tempat perjanjian tersebut ditandatangi) maka yang berhak mencairkan dana tersebut adalah Soekarno dan keturunanya (karena bentuk obligasi yang dikuasakan kepada keturunananya), namun Soekarno tidak pernah menitipkan document tersebut kepada keturunanya, melainkan ke Negara Indonesia yang konon masih dirahasikaan guru spiritual Bung Karno. Jika dana tersebutkan dicairkan, maka semua hutang Indonesia tidak ada artinya, alias terbayar lunas!. Namun ingat, itu bunga obligasi adalah hak Bung Karno dan keturunanya, namun kebaikan Soekarno lah yang mengingkan itu menjadi milik Indonesia, lihatlah dengan jelas bahwa kecintaan Soekarno untuk Indonesia begitu besar.
Memorial Agreement ” di Geneva

Harta Karun Emas Indonesia “The Green Hilton Memorial Agreement ” di Geneva pada 14 November 1963.
 
Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia.
 
Perjanjian “The Green Hilton Memorial Agreement” di Geneva (Swiss) pada 14 November 1963
Dan, inilah perjanjian yang sering membuat sibuk setiap siapapun yang menjadi Presiden RI. Dan, inilah perjanjian yang membuat sebagian orang tergila-gila menebar uang untuk mendapatkan secuil dari harta ini yang kemudian dikenal sebagai “salah satu” harta Amanah Rakyat dan Bangsa Indonesia. Inilah perjanjian yang oleh masyarakat dunia sebagai Harta Abadi Ummat Manusia. Inilah kemudian yang menjadi sasaran kerja tim rahasia Soeharto menyiksa Soebandrio dkk agar buka mulut. Inilah perjanjian yang membuat Megawati ketika menjadi Presiden RI menagih janji ke Swiss tetapi tidak bisa juga. Padahal Megawati sudah menyampaikan bahwa ia adalah Presiden RI dan ia adalah Putri Bung Karno. Tetapi tetap tidak bisa. Inilah kemudian membuat SBY kemudian membentuk tim rahasia untuk melacak harta ini yang kemudian juga tetap mandul. Semua pihak repot dibuat oleh perjnajian ini.
 
Perjanjian itu bernama “Green Hilton Memorial Agreement Geneva”. Akta termahal di dunia ini diteken oleh John F Kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961. Intinya adalah, Pemerintahan AS mengakui keberadaan emas batangan senilai lebih dari 57 ribu ton emas murni yang terdiri dari 17 paket emas dan pihak Indonesia menerima batangan emas itu menjadi kolateral bagi dunia keuangan AS yang operasionalisasinya dilakukan oleh Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS).
 
Pada dokumen lain yang tidak dipublikasi disebutkan, atas penggunaan kolateral tersebut AS harus membayar fee sebesar 2,5% setahun kepada Indonesia. Hanya saja, ketakutan akan muncul pemimpinan yang korup di Indonesia, maka pembayaran fee tersebut tidak bersifat terbuka. Artinya hak kewenangan pencairan fee tersebut tidak berada pada Presiden RI siapa pun, tetapi ada pada sistem perbankkan yang sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga pencairannya bukan hal mudah, termasuk bagi Presiden AS sendiri.
Account khusus ini dibuat untuk menampung aset tersebut yang hingga kini tidak ada yang tahu keberadaannya kecuali John F Kennedy dan Soekarno sendiri. Sayangnya sebelum Soekarno mangkat, ia belum sempat memberikan mandat pencairannya kepada siapa pun di tanah air. Malah jika ada yang mengaku bahwa dialah yang dipercaya Bung Karno untuk mencairkan harta, maka dijamin orang tersebut bohong, kecuali ada tanda-tanda khusus berupa dokumen penting yang tidak tahu siapa yang menyimpan hingga kini.
 
Menurut sebuah sumber di Vatikan, ketika Presiden AS menyampaikan niat tersebut kepada Vatikan, Paus sempat bertanya apakah Indonesia telah menyetujuinya. Kabarnya, AS hanya memanfaatkan fakta MOU antara negara G-20 di Inggris dimana Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ikut menanda tangani suatu kesepakatan untuk memberikan otoritas kepada keuangan dunia IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Konon kabarnya, Vatikan berpesan agar Indonesia diberi bantuan. Mungkin bantuan IMF sebesar USD 2,7 milyar dalam fasilitas SDR (Special Drawing Rights) kepada Indonesia pertengahan tahun lalu merupakan realisasi dari kesepakatan ini, sehingga ada isyu yang berkembang bahwa bantuan tersebut tidak perlu dikembalikan. Oleh Bank Indonesia memang bantuan IMF sebesar itu dipergunakan untuk memperkuat cadangan devisa negara.
 
Kalau benar itu, maka betapa nistanya rakyat Indonesia. Kalau benar itu terjadi betapa bodohnya Pemerintahan kita dalam masalah ini. Kalau ini benar terjadi betapa tak berdayanya bangsa ini, hanya kebagian USD 2,7 milyar. Padahal harta tersebut berharga ribuan trilyun dollar Amerika. Aset itu bukan aset gratis peninggalan sejarah, aset tersebut merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita di era masa keemasan kerajaan di Indonesia.
 
Asal Mula Perjanjian “Green Hilton Memorial Agreement”
 
Setelah masa perang dunia berakhir, negara-negara timur dan barat yang terlibat perang mulai membangun kembali infrastrukturnya. Akan tetapi, dampak yang telah diberikan oleh perang tersebut bukan secara materi saja tetapi juga secara psikologis luar biasa besarnya. Pergolakan sosial dan keagamaan terjadi dimana-mana. Orang-orang ketakutan perang ini akan terjadi lagi. Pemerintah negara-negara barat yang banyak terlibat pada perang dunia berusaha menenangkan rakyatnya, dengan mengatakan bahwa rakyat akan segera memasuki era industri dan teknologi yang lebih baik. Para bankir Yahudi mengetahui bahwa negara-negara timur di Asia masih banyak menyimpan cadangan emas. Emas tersebut akan di jadikan sebagai kolateral untuk mencetak uang yang lebih banyak yang akan digunakan untuk mengembangkan industri serta menguasai teknologi. Karena teknologi Informasi sedang menanti di zaman akan datang.
 
Sesepuh Mason yang bekerja di Federal Reserve (Bank Sentral di Amerika) bersama bankir-bankir dari Bank of International Settlements / BIS (Pusat Bank Sentral dari seluruh Bank Sentral di Dunia) mengunjungi Indonesia. Melalui pertemuan dengan Presiden Soekarno, mereka mengatakan bahwa atas nama kemanusiaan dan pencegahan terjadinya kembali perang dunia yang baru saja terjadi dan menghancurkan semua negara yang terlibat, setiap negara harus mencapai kesepakatan untuk mendayagunakan kolateral Emas yang dimiliki oleh setiap negara untuk program-program kemanusiaan. Dan semua negara menyetujui hal tersebut, termasuk Indonesia. Akhirnya terjadilah kesepakatan bahwa emas-emas milik negara-negara timur (Asia) akan diserahkan kepada Federal Reserve untuk dikelola dalam program-program kemanusiaan. Sebagai pertukarannya, negara-negara Asia tersebut menerima Obligasi dan Sertifikat Emas sebagai tanda kepemilikan. Beberapa negara yang terlibat diantaranya Indonesia, Cina dan Philippina. Pada masa itu, pengaruh Soekarno sebagai pemimpin dunia timur sangat besar, hingga Amerika merasa khawatir ketika Soekarno begitu dekat dengan Moskow dan Beijing yang notabene adalah musuh Amerika.
 
Namun beberapa tahun kemudian, Soekarno mulai menyadari bahwa kesepakatan antara negara-negara timur dengan barat (Bankir-Bankir Yahudi dan lembaga keuangan dunia) tidak di jalankan sebagaimana mestinya. Soekarno mencium persekongkolan busuk yang dilakukan para Bankir Yahudi tersebut yang merupakan bagian dari Freemasonry. Tidak ada program-program kemanusiaan yang dijalankan mengunakan kolateral tersebut. Soekarno protes keras dan segera menyadari negara-negara timur telah di tipu oleh Bankir International. Akhirnya Pada tahun 1963, Soekarno membatalkan perjanjian dengan para Bankir Yahudi tersebut dan mengalihkan hak kelola emas-emas tersebut kepada Presiden Amerika Serikat John F.Kennedy (JFK). Ketika itu Amerika sedang terjerat utang besar-besaran setelah terlibat dalam perang dunia. Presiden JFK menginginkan negara mencetak uang tanpa utang. Karena kekuasaan dan tanggung jawab Federal Reserve bukan pada pemerintah Amerika melainkan di kuasai oleh swasta yang notabene nya bankir Yahudi. Jadi apabila pemerintah Amerika ingin mencetak uang, maka pemerintah harus meminjam kepada para bankir yahudi tersebut dengan bunga yang tinggi sebagai kolateral. Pemerintah Amerika kemudian melobi Presiden Soekarno agar emas-emas yang tadinya dijadikan kolateral oleh bankir Yahudi di alihkan ke Amerika. Presiden Kennedy bersedia meyakinkan Soekarno untuk membayar bunga 2,5% per tahun dari nilai emas yang digunakan dan mulai berlaku 2 tahun setelah perjanjian ditandatangani. Setelah dilakukan MOU sebagai tanda persetujuan, maka dibentuklah Green Hilton Memorial Agreement di Jenewa (Swiss) yang ditandatangani Soekarno dan John F.Kennedy. Melalui perjanjian itu pemerintah Amerika mengakui Emas batangan milik bangsa Indonesia sebesar lebih dari 57.000 ton dalam kemasan 17 Paket emas
 
Melalui perjanjian ini Soekarno sebagai pemegang mandat terpercaya akan melakukan reposisi terhadap kolateral emas tersebut, kemudian digunakan ke dalam sistem perbankan untuk menciptakan Fractional Reserve Banking terhadap dolar Amerika. Perjanjian ini difasilitasi oleh Threepartheid Gold Commision dan melalui perjanjian ini pula kekuasaan terhadap emas tersebut berpindah tangan ke pemerintah Amerika.
Dari kesepakatan tersebut, dikeluarkanlah Executive Order bernomor 11110, di tandatangani oleh Presiden JFK yang memberi kuasa penuh kepada Departemen Keuangan untuk mengambil alih hak menerbitkan mata uang dari Federal Reserve. Apa yang pernah di lakukan oleh Franklin, Lincoln, dan beberapa presiden lainnya, agar Amerika terlepas dari belenggu sistem kredit bankir Yahudi juga diterapkan oleh presiden JFK. salah satu kuasa yang diberikan kepada Departemen keuangan adalah menerbitkan sertifikat uang perak atas koin perak sehingga pemerintah bisa menerbitkan dolar tanpa utang lagi kepada Bank Sentral (Federal Reserve)
 
Tidak lama berselang setelah penandatanganan Green Hilton Memorial Agreement tersebut, presiden Kennedy di tembak mati oleh Lee Harvey Oswald. Setelah kematian Kennedy, tangan-tangan gelap bankir Yahudi memindahkan kolateral emas tersebut ke International Collateral Combined Accounts for Global Debt Facility di bawah pengawasan OITC (The Office of International Treasury Control) yang semuanya dikuasai oleh bankir Yahudi. Perjanjian itu juga tidak pernah efektif, hingga saat Soekarno ditumbangkan oleh gerakan Orde baru yang didalangi oleh CIA yang kemudian mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Sampai pada saat Soekarno jatuh sakit dan tidak lagi mengurus aset-aset tersebut hingga meninggal dunia. Satu-satunya warisan yang ditinggalkan, yang berkaitan dengan Green Hilton Memorial Agreement tersebut adalah sebuah buku bersandi yang menyembunyikan ratusan akun dan sub-akun yang digunakan untuk menyimpan emas, yang terproteksi oleh sistem rahasia di Federal Reserve bernama The Black screen. Buku itu disebut Buku Maklumat atau The Book of codes. Buku tersebut banyak di buru oleh kalangan Lembaga Keuangan Dunia, Para sesepuh Mason, para petinggi politik Amerika dan Inteligen serta yang lainnya. Keberadaan buku tersebut mengancam eksistensi Lembaga keuangan barat yang berjaya selama ini.
 
Sampai hari ini, tidak satu rupiah pun dari bunga dan nilai pokok aset tersebut dibayarkan pada rakyat Indonesia melalui pemerintah, sesuai perjanjian yang disepakati antara JFK dan Presiden Soekarno melalui Green Hilton Agreement. Padahal mereka telah menggunakan emas milik Indonesia sebagai kolateral dalam mencetak setiap dollar.
 
Hal yang sama terjadi pada bangsa China dan Philipina. Karena itulah pada awal tahun 2000-an China mulai menggugat di pengadilan Distrik New York. Gugatan yang bernilai triliunan dollar Amerika Serikat ini telah mengguncang lembaga-lembaga keuangan di Amerika dan Eropa. Namun gugatan tersebut sudah lebih dari satu dasawarsa dan belum menunjukkan hasilnya. Memang gugatan tersebut tidaklah mudah, dibutuhkan kesabaran yang tinggi, karena bukan saja berhadapan dengan negara besar seperti Amerika, tetapi juga berhadapan dengan kepentingan Yahudi bahkan kabarnya ada kepentingan dengan Vatikan. Akankah Pemerintah Indonesia mengikuti langkah pemerintah Cina yang menggugat atas hak-hak emas rakyat Indonesia yang bernilai Ribuan Trilyun Dollar…(bisa untuk membayar utang Indonesia dan membuat negri ini makmur dan sejahtera)..
 
HUBUNGAN PAKUBUWONO X DAN SOEKARNO (M1)

Pakubuwono X lahir dengan nama lengkap Raden Mas Sayiddin Malikul Kusno, pada hari Kamis Legi, 22 Rajab 1795 (tahun Jawa) atau tanggal 29 Nopember 1866, jam 7 pagi. Ia putra KRAy Kustiyah, permaisuri PB IX. Ketika mengandung anaknya itu, KRAy Kustiyah ngidam dahar (ngidam makan) ‘gudang pakis raja’, yang diambilkan dari rumah Jan Smith di Desa Gumawang. Saat masih berusia 3 tahun, pada tanggal 4 Oktober 1869, PB X ditetapkan sebagai Putra Mahkota dengan gelar ”Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra ing Mataram VI”. Walau memiliki IQ biasa-biasa saja, ia dikenal mempunyai EQ dan SQ cukup tinggi. Berbeda dengan nenek moyangnya, PB VI, yang konfrontatif terhadap kolonial Belanda, PB X menempuh jalan lain : melawan lewat kebudayaan dan ritual tradisi. Sikapnya yang terlihat kompromistis sebenarnya adalah pengalihan perhatian dari upaya-upaya terselubung yang dilakukannya dalam membantu perjuangan kemerdekaan.
 
Selama masa kekuasaannya yang panjang, yang diwarnai oleh 13 kalipergantian Gubernur Jenderal Belanda, PB X tetap bertahan. Kewibawaannya di mata rakyat tetap kukuh. Jelas, ini kelihaian membawa diri dan efek dari lobi politik tingkat tinggi. Namun demikian, dari lubuk hati paling dalam, ia sadar jati dirinya sebagai cucu PB VI yang dibuang Belanda ke Ambon tahun 1893. Dendam masa lalu itu disimpannya rapat-rapat.
 
Pada masanya, PB X adalah satu-satunya orang di Indonesia yang memiliki mobil Mercedes Benz tipe Phaeton yang harganya saat itu 10.000 gulden atau Rp 70 juta rupiah pada tahun 1896. Ia memiliki 15 unit Mercedes Benz dari berbagai seri, yang satu diantaranya pernah dipinjam oleh Soekarno sebagai mobil kepresidenan. Selain Mercedes Benz, PB X juga memiliki Fiat tahun 1907 dan Royal Chrysler Limousine tahun 1937. Dengan mobil-mobilnya itu, ia banyak melakukan kunjungan resmi sebagai raja. Misalnya, blusukan ke Semarang, Ambarawa, Salatiga dan Surabaya (1903-1906). Sebelumnya, ia juga berkunjung ke Lampung, Bali dan Lombok.
 
“Don Juan” dari Solo itu memiliki 40 isteri di luar permaisuri (selir), yang berasal dari Tanah Jawa dan luar Jawa. Di Bali, ia juga mengambil ”garwa ampil” (selir). Pada tahun 1900, ia menikahi putri Raja Buleleng yang bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Ketika mengandung, sang istri terpaksa diungsikan ke Surabaya dengan didampingi abdi dalem kinasih, R. Soekemi. Pada 1901, lahirlah putra Ida Ayu Nyoman Rai. Diberi nama Kusno. Sama persis dengan nama kecil ayahnya, PB X. Selanjutnya, PB X memerintahan R. Soekemi untuk mengawini dan menjaga Ida Ayu Nyoman Rai.
 
Kenapa PB X menempuh langkah demikian ?
Sebab, ia mengetahui, bahwa putra yang dilahirkan dari rahim Ida Ayu Nyoman Rai inilah yang dulu dimaksud oleh Eyang Dalem PB VI akan memerdekakan bangsa Indonesia. Saat ditangkap pemerintah Belanda, PB VI mengucapkan sabda, ”Hai penjajah, tunggulah 100 tahun lagi. Tiga generasi dari keturunanku akan mengusir kalian dari Bumi Pertiwi ini”.
 
Atas dasar itu, PB X mengungsikan Ida Ayu Nyoman Rai ke Surabaya, menjadi rakyat biasa yang jauh dari jangkauan sorotan publik. Demi keamanan dan keselamatan jabang bayi Soekarno.
 
Pada bulan Desember 1921, PB X melakukan kunjungan dinas ke Semarang, Pekalongan, Cirebon dan Priangan Timur. Setelah itu, ia tinggal cukup lama di Garut, Tasikmalaya dan Ciamis. 

Untuk apa ?Pada periode tersebut, diduga kuat ia sedang mempersiapkan masa depan Soekarno yang belakangan menimba ilmu di ITB, Bandung. Saat itu, PB X diam-diam menitipkan sebagian hartanya (berupa emas lantakan) kepada orang-orang terpercaya, termasuk ulama pemilik pondok pesantren salaf di Cihaurbeti, Ciamis. Kelak, lewat sosok Inggit Garnasih, secara rahasia harta kekayaan itu dipergunakan untuk mendukung perjuangan Soekarno.

Raja yang berkuasa selama 46 tahun (1893-1939) itu memiliki reputasi hebat di dalam dan di luar negeri. Aset raja-raja Nusantara (57.150 ton emas lantakan) yang termaktub dalam ”Green Hilton Memorial Agreement”, 60% diantaranya milik PB X. Konon, pada 1935, PB X memberikan mandat khusus kepada Soekarno untuk mengurus aset itu. Pasca menjadi Presiden RI, Soekarno mengeluarkan Surat Keterangan bernomor 002 tertanggal 1 Maret 1948 perihal aset raja-raja Nusantara tersebut. Sejak itu, segala daya upaya dilakukannya demi mendapatkan pengakuan Gedung Putih atas keberadaan aset itu, yang akhirnya berbuah penandatanganan ”Green Hilton Memorial Agreement” oleh Soekarno dan JFK (14/10/1963). Seperti yang telah kita ketahui bersama, perjanjian yang jatuh tempo 14 Nopember 1965 itu mengakibatkan JFK terbunuh dan Soekarno terjatuh dari kursi kekuasaan.

Sesungguhnya, aset raja-raja Nusantara itu dijadikan 80% modal kerja The US Federal Reserve atau disingkat The FED (Bank Sentral Amerika Serikat), yang notabene sekarang dimiliki Citibank (15%) dan Chase Manhattan (14%). Sisanya dibagi oleh 25 bank komersial lainnya, antara lain Chemical Bank (8%), Morgan Guaranty Trust (9%), Manufacturers Hannover (7%), dan sebagainya. Ironisnya, bank-bank tersebut milik para renternir Yahudi. Artinya, The Fed identik dengan jaringan Yahudi. Fakta ini mengingatkan kita pada ucapan Meyer Amschel Rothchild (1743-1812) yang termasyhur, ”Give me control over a nations economic, and I don’t care who writes its laws”.

Sumber:http://lintasgaul.blogspot.com/2013/08/ternyata-amerika-memiliki-hutang-57ribu.html

ISIS DAN TEORI KONSPIRASI TENTANGNYA


Kemunculan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) atau kini bernama Daulah Islamiyah menimbulkan kekhawatiran di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Sepak terjang kelompok itu juga tak main-main. Sejumlah wilayah sudah dikuasainya. Namun kini muncul teori konspirasi tentang mereka.

Awalnya, ISIS menjadi perbincangan di Irak saja. Lalu kemudian berkembang hingga ke Suriah dan negara Timur Tengah lainnya. Saat ini, organisasi yang ingin mendirikan negara baru dengan sistem kekhalifahan Islam tersebut juga ramai didiskusikan di Indonesia.

Pemicu kehebohan ISIS di Tanah Air karena munculnya rekaman video dengan gambar sekelompok orang memakai busana siap 'jihad' yang meminta dukungan rakyat Indonesia. Seseorang bernama Abu Muhammad al Indonesi selaku juru bicara mengajak umat muslim di Indonesia berjuang dengan mereka.

Video tersebut kemudian menuai tanggapan dari berbagai pihak. Sebagian kecil kalangan ada yang mendukungnya, namun sebagian besar menolak karena secara tegas bisa dikaitkan dengan upaya makar. Polisi pun memburu pria pemilik nama asli berinisial B tersebut.

Bahkan, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Moeldoko menilai keberadaan ISIS sebagai ancaman. Dia mengatakan, ISIS tidak boleh berkembang di Tanah Air.

Di balik cerita soal ISIS, ternyata ada sisi lain yang berkembang luas di masyarakat. Mulai dari perubahan nama organisasi, hingga teori konspirasi yang menyelimutinya. Seperti apa ceritanya?

Konspirasi AS, Inggris dan Israel
Belakangan ini, ada dugaan kalau intelijen AS, Inggris, serta Mossad (Israel) berperan untuk melahirkan kelompok ISIS. Mereka sengaja melakukan itu untuk memecah kekuatan negara-negara Timur Tengah.

Mantan peneliti Badan Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat, Edward Snowden, mengatakan kalau tiga negara tersebut bekerjasama untuk menciptakan ISIS.

Kabar ini dilansir oleh media Iran Teheran Times yang mengutip dari kantor berita Iran, IRNA. Mereka mengaku sudah mewawancarai Edward Snowden terkait kabar tersebut.

Menurut dokumen itu, Snowden menggambarkan upaya AS, Inggris dan Israel yang bersama-sama untuk menciptakan organisasi teroris yang bisa mengatur koordinasi tindakan ekstrimisme di seluruh dunia. Keberadaan ISIS dirancang untuk melindungi Israel dari ancaman keamanan dengan cara mengalihkan perhatian musuh.

Konspirasi IRNA Diragukan 

Banyak pihak meragukan cerita IRNA. Salah satunya adalah media ternama TIME. Menurut mereka, cerita IRNA yang mengutip Snowden bisa saja palsu.

Salah satu argumen TIME adalah tidak ada dokumen Snowden yang bisa ditemukan terkait ISIS dan isu Israel di belakangnya.

Argumen lainnya adalah kredibilitas IRNA yang pernah disorot sebelumnya. Beberapa waktu lalu, IRNA pernah mengutip berita palsu yang dilansir oleh situs Onion. Mereka menganggap berita itu asli.

Namun analisis TIME ini tidak dianggap oleh kalangan pejabat dan media di Iran. Mereka menganggap laporan IRNA sebagai kebenaran.

Wilayah Mana Saja yang Ingin Dikuasai ISIS?

Teori lain yang beredar soal ISIS adalah soal penguasaan wilayah. Awalnya banyak pihak kaget bagaimana mungkin ISIS bisa merebut beberapa titik di kota Mosul Irak dalam waktu beberapa jam.

Ada spekulasi muncul, para penduduk di kota tersebut sudah tak banyak yang 'asli' Irak karena migrasi dari Suriah sehingga tak ada perlawanan berarti. Spekulasi lainnya adalah dukungan dari Arab Saudi, Qatar dan Turki kepada ISIS karena negara-negara itu punya 'masalah' dengan PM Irak Nouri al-Maliki.

Namun tak ada yang bisa mengkonfirmasi soal ini. Yang jelas, kini mereka sudah menguasai beberapa wilayah di Irak dan Suriah. Sebagian bahkan titik sentral.

Terakhir adalah bendungan terbesar di Irak di bagian Sungai Tigris dikuasai ISIS. Bendungan ini juga menjadi sumber untuk kota Mosul Selatan.

Karena menguasai bendungan, ISIS berpotensi bisa menyebabkan banyak kematian karena bencana banjir di kota Mosul. Hal ini juga berdampak terhadap potensi kekacauan di Baghdad.

Sebelumnya, PBB sudah memperingatkan bahwa 200.000 warga sipil terperangkap dalam kondisi buruk setelah ISIS menguasai  hampir seluruh kabupaten Sinjar dan Tal Afar di Provinsi Ninewa termasuk ladang minyak Ain Zala dan Batma. Wilayah ini berbatasan langsung dengan region Kurdistan, Irak.

Perubahan Nama

Kelompok militan tersebut awalnya dikenal dengan nama The Islamic State of Iraq and the Levant (ISIL). Mereka disebut sebagai militan Sunni yang mencoba merebut sejumlah wilayah dari penguasaan pemerintah Irak yang kini dikuasai Syiah.

Lalu, setelah wilayah penguasaan itu semakin meluas hingga Suriah, mereka menamakan dirinya sebagai The Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS). Kini mereka mengubah nama lagi menjadi Islamic State atau khilafah atau Daulah Islamiyah.

Nama Daulah Islamiyah terakhir disebut oleh pria berinisial B yang mempromosikan organisasi tersebut di YouTube dan mengajak warga Indonesia untuk mendukung mereka.

Belum jelas kenapa perubahan nama ini terus terjadi. Namun Prof Peter Neumann dari King College London memperkirakan anggota mereka semakin meluas. Sekitar 80% pejuang Barat di Suriah sudah bergabung dengan kelompok ini. Adapun ISIS sendiri mengklaim memiliki pejuang dari Inggris, Prancis, Jerman, negara-negara Eropa lainnya, serta Amerika Serikat, dunia Arab dan Kaukasus. Berbeda dengan kelompok pemberontak di Suriah, ISIS terlihat bekerja ke wilayah Islam yang melintasi Suriah dan Irak.

Kelompok juga dianggap berhasil dalam militer. Pada Maret 2013, ISIS berhasil mengambil alih kota Suriah Raqqa yang merupakan ibukota provinsi pertama yang jatuh di bawah kendali pemberontak. Pada bulan Januari 2014, itu memanfaatkan ketegangan antara minoritas Sunni Irak dan pemerintah Syiah yang dipimpin dengan mengambil alih kota Sunni Fallujah, di provinsi barat Anbar. Hal ini berlanjut dengan mengambil alih bagian besar ibukota provinsi, Ramadi, dan telah hadir di sejumlah kota di dekat perbatasan Turki serta Suriah.

sekian dulu teman, semoga kita selalu bisa mencerna sebuah informasi dengan baik, menurut saya sendiri ISIS adalah sebuah konsipirasi yang dibuat buat oleh kelompok tertentu dan dengan tujuan tertentu dan merugikan banyak pihak dan orang orang tak bersalah.

MUSLIM SEJATI TIDAK AKAN PERNAH MELUKAI YANG LEMAH, TIDAK PERNAH BERTUJUAN UNTUK MENGUASAI HARTA ORANG LAIN DAN HAK HIDUP ORANG LAIN, PEMBACA SEKALIAN BIJAKLAH DALAM MEMAHAMI INFORMASI DARIMANAPUN, ISLAM IS PERFECT BUT MUSLIM IS HUMAN NOT PERFECT, DONT JUDGE ISLAM BUT ME IF I WRONG TELL ME IAM WRONG, UNTUK TEMAN MUSLIM UNTUK SAAT INI HANYA KEPADA ALLAH LAH KITA SERAHKAN PERMASALAHAN UMAT MUSLIM, YANG KITA LAKUKAN SAAT INI HANYALAH TUNJUKAN KEPADA MUSLIM ATAU BUKAN BAHWA KITA ADALAH MUSLIM YANG SEBENARNYA TANPA PERLU MENGANGKAT SENJATA, KALAHKAN MUSUHMU DENGAN KELEMBUATAN SEPERTI NABI MUHAMMAD SAW.

SUMBER : http://news.detik.com/read/2014/08/04/153744/2652753/1148/5/tentang-isis-dan-teori-konspirasi-yang-menyelimutinya#bigpic



 

Jumat, 17 Mei 2013

FAKTA MENARIK SURAH AL-QURAN "AL-QOMAR AYAT 1"

Eksplorasi Bulan ditandai dengan slogan: “One small step for man; one giant leap for mankind“. Peristiwa bersejarah dalam penyelidikan ruang angkasa ini didokumentasikan oleh kamera dan setiap orang sejak itu dapat menyaksikan hal ini. Sebagian orang menganggap peristiwa pendaratan manusia di bulan sebagai sebuah “hoax” atau kebohongan. Bagi penulis, peristiwa tersebut diyakini kebenarannya. Tulisan ini mencoba mengkaitkan peristiwa pendaratan di bulan dengan mukjizat Nabi dan kebenaran Al-Qur’an khususnya QS 54:1 dari beberapa hal.

Dari satu sisi peristiwa pendaratan manusia di bulan telah memberikan bukti bahwa bulan pernah terbelah yang diyakini merupakan mukjizat Nabi Muhammad seperti yang disebutkan pada kitab Hadist. Di sisi lain peristiwa pendaratan manusia di bulan juga dapat dikaitkan erat dengan Al Qur’an surat Al-Qamar ayat 1 jika dilihat dari beberapa aspek yang terkait dengan fenomena yang terkait dengan peristiwa pendaratan tersebut 








 LOKASI PENDARATAN APOLLO 11




 BUKTI BULAN PERNAH TERBELAH
Berikut ini beberapa fenomena menarik yang mungkin dapat memberikan pencerahan kepada pembaca mengenai kebenaran peristiwa pendaratan di bulan yang terkait dengan QS Al-Qamar ayat 1 sebagai berikut:
  1. Kata “terbelah” yang digunakan dalam ayat ini (QS 54:1) merupakan terjemahan dari kata “syaqqa”, yang dalam bahasa Arab memiliki beberapa arti, tetapi terjemahan “terbelah” lebih disukai. Kata “SYAQQA” dalam bahasa Arab juga bisa berarti “MENGGALI” atau “MEMBELAH dalam arti bukan membelah jadi dua). Salah satu contoh dalam Al-Qur’an bisa dilihat pada QS 80:25-29 (Surah Abasa) yang artinya: “Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu”. Di sini jelas bahwa bumi tidak dibelah jadi dua. Istilah yang pas mungkin “gali tanah”. Ketika kata “syaqqa” diartikan sebagai “tergali”, maka ketika 21 kilogram batuan yang digali berhasil dibawa astronot dari bulan menuju bumi dapat dikatakan bahwa bulan telah tergali (terbelah).
  2. Peristiwa keberangkatan astronot Amerika dari bulan menuju ke bumi dengan membawa 21 kilogram batuan bulan tercatat pada pukul 17:54:1 (waktu untuk seluruh negara/universal time) atau pukul 1:54:1 EDT. Waktu menit dan detik ini tepat bersesuaian dengan QS 54:1 yang artinya “Hari Akhir sudah dekat dan Bulan telah terbelah”.
  3. Peristiwa pendaratan manusia di bulan, khususnya pada saat kepulangan astronot dari bulan menuju bumi yang terjadi pada tahun 1969 M (kalender Masehi) bertepatan dengan tahun 1389 H (kalender hijriyah). Jika kita hitung jumlah seluruh ayat Al Quran setelah QS 54:1 (dari ayat 2 Surat Al-Qamar) sampai dengan ayat terakhir dalam Al-Quran akan ditemukan sebanyak 1389 ayat. Jadi secara tidak langsung Al-Qur’an menyatakan bahwa manusia akan mendarat di bulan pada tahun 1389 H
     
    Mengapa? Karena Allah telah menghitung segala sesuatunya secara detil. QS 72 ayat 28 menyatakan “dan Allah menghitung segala sesuatunya satu per satu (secara detil)” (QS 72:28). Ditambahkan pula bahwa seluruh rentetan kejadian yang menyangkut proyek Apollo karena atas izin Allah. QS 55:33 menyebutkan “Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya tanpa otorisasi” (catatan: “otorisasi” merupakan terjemahan yang umumnya dipakai oleh terjemahan Al Qur’an berbahasa Inggris, sementara terjemahan DEPAG adalah “kekuatan”).
    Semoga kita dijauhkan dari apa yang disebutkan dalam QS Al-Qamar ayat 2-3 sebagai berikut: “Dan jika mereka melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus, dan mereka mendustakan dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya”.

    Walau NASA tidak memberikan pernyataan resmi,tetapi astronot mereka sendiri yang mengaku melalui siaran BBC, dan itu cukup membuat bangga, dan bertambah iman umat islam .
    "KAMI UMAT ISLAM TIDAK PERLU  MENGHAMBURKAN RATUSAN JUTA DOLLAR SEPERTI MEREKA UNTUK BERANGKAT KE BULAN MEMBUKTIKAN BAHWA BULAN PERNAH TERBELAH,CUKUP DENGAN MEMBACA AL-QURAN KITA TAU RAHASIA ALAM SEMESTA DAN KEHIDUPAN INI."
    MAAF BILA PERNYATAAN PENULIS TIDAK MEMBUAT NYAMAN PEMBACA, TETAPI INILAH KENYATAANNYA, BILA ANGKA-ANGKA YG PENULIS UTARAKAN DI ATAS TERDAPAT DALAM AL-KITAB LAINNYA, MAKA PASTI ADA PERTEMUAN BESAR DAN RAHASIA UNTUK MEMBAHASNYA.
    "DAN BUKAN NASKAH KITAB KAMI YANG TERCERAI BERAI."

    sumber : THE GREATEST DESIGN, ZAYNUR RIDWAN BAGIAN 74 HALAMAN 453.

PENCARIAN TABUT NABI MUSA DAN NABI HARUN OLEH SEKELOMPOK KAUM.

 ASSALAMUALAIKUM WR.WB.

"salam penulis"
     salam sejahtera untuk pembaca,dan para sesama blogger ini adalah postingan pertama saya,mohon maaf dan maklum bila ada ke salahan informasi dalam posting saya ini, koreksi saya jika saya salah, postingan ini adalah kumpulan dari berbagai sumber yg saya rangkum semoga bisa menjadi informasi yg berguna bagi para pembaca.


      Misteri Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian dianggap oleh beberapa pihak sebagai yang terbesar dari semua harta tersembunyi dan penemuannya akan memberikan kebenaran bahwa Perjanjian Lama adalah kenyataan proses penyelamatan manusia. Benda bersejarah sekaligus benda misterius ini tetap menjadi tujuan dari setiap arkeolog modern dalam petualangannya. Tabut Perjanjian ini berisi sepuluh perintah yang ditulis di atas lempengan batu oleh Tuhan kepada Musa di Gunung Sinai.

      Menurut Kitab Keluaran, Tabut ini terbuat dari kayu Sitim (mirip dengan akasia) dan ditutupi emas pada bagian luar dan pada tutup tabut pendamaian terdapat dua malaikat yang juga terbuat dari emas. Tabut Perjanjian diyakini memiliki kekuatan gaib karena dalam beberapa kejadian unik, termasuk menyebabkan kematian seorang pria. Ada beberapa spekulasi sekitar tempat penyimpanan terakhir dari Tabut Perjanjian, dan karena masih sebuah misteri, akan membutuhkan orang yang berani atau bahkan nekat untuk membukanya.

Di Dalam Alkitab

Tabut ini pertama kali disebutkan dalam Alkitab Ibrani/Perjanjian Lama/Taurat dalam Kitab Keluaran, dan kemudian banyak kali dalam: Ulangan, Yosua, Hakim, I Samuel, II Samuel, Raja-raja I, I Tawarikh, II Tawarikh, Mazmur dan Yeremia . Dalam Kitab Yeremia, adalah direferensikan oleh Yeremia, yang berbicara pada zaman Yosia (Yer. 3:16), menubuatkan keadaan waktu mendatang ketika Tabut tidak dipatuhi atau tidak dilakukan lagi. Dalam Perjanjian Baru, Tabut ini disebutkan dalam Surat Ibrani dan Wahyu kepada Yohanes.

Ibrani 9:04 menyatakan bahwa Tabut berisi “the golden pot that had manna, and Aaron’s rod that budded, and the tablets of the covenant.” Wahyu 11:19 mengatakan bahwa Yohanes melihat Bait Suci Allah di surga terbuka, “dan tabut perjanjian-Nya terlihat dalam bait-Nya.” Sejumlah penulis Roma Katolik menghubungkan ayat ini dengan Perempuan dari dalam Kitab Wahyu 12:1, yang berada pada bagian selanjutnya, dan berpendapat bahwa Santa Perawan Maria adalah “Tabut Perjanjian Baru”.


Al Qur’an menyebutkan:
Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja ialah kembalinya Tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan daripada Tuhanmu dan sisa daripada peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun. Tabut itu dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu jika kamu orang yang beriman.”(al-Baqarah: 248)

Seorang sarjana Islam Al Baidawi menyebutkan bahwa Sakina bisa saja Taurat Kitab Musa. Menurut Al-Jalalan, peninggalan di dalam Tabut adalah fragmen dari dua lempeng batu, tongkat kecil, jubah, sepatu, mitres Musa dan vas Manna. Al-Tha’alibi, dalam Qisas Al-Anbiya (Cerita para nabi), telah memberikan sejarah awal dan akhir dari Ark of the Covenant

Menurut kebanyakan ulama Muslim, Tabut Perjanjian memiliki dasar agama dalam Islam, dan Islam memberi makna khusus. Sekte Muslim Syiah percaya bahwa hal itu akan ditemukan oleh Mahdi di dekat akhir zaman dari Danau Tiberias.
 
TABUT sebagaimana yang diceritakan dalam al-Quran adalah satu anugerah Allah kepada Bani Israel. Di dalamnya terdapat sebuah kitab suci. Ia berukuran tiga hasta panjang dan dua hasta lebar. Ia mempunyai berbagai-bagai keistimewaan. Tabut tersebut boleh memberikan ketenangan dan semangat kepada sesiapa sahaja yang melihatnya. Ia mampu mengalahkan pihak lawan dalam peperangan. Sekiranya Tabut itu dibawa ketika berperang, sudah pasti pihak musuh akan berasa gentar dan tewas.

Malangnya, Bani Israel tidak tahu mensyukuri anugerah yang diberikan itu. Mereka mengingkari segala perintah Allah s.w.t.. Mereka banyak memalsukan kitab suci mereka. Mereka juga ingkar dengan ajaran Nabi Samuel. Pada zaman tersebut, Nabi Samuel diutuskan oleh Allah untuk menyeru mereka ke jalan kebenaran. Semasa kecil Nabi Samuel telah dididik dan dibesarkan oleh orang yang alim. Baginda kemudiannya diajar dengan ajaran Nabi Musa dan juga kitab sucinya iaitu Taurat. Setelah dewasa dan menjadi utusan Allah, Nabi Samuel mula berdakwah kepada Bani Israel supaya menyembah Allah tetapi mereka ingkar. Malah, mereka tidak percaya akan kenabian Nabi Samuel. Mereka menuduhnya sebagai pendusta. Bani Israel telah mencabarnya agar menunjukkan bukti kenabiannya. Lalu Allah menarik balik keistimewaan yang diberikan kepada Bani Israel itu. Dia menukarkannya dengan memberi kekuatan dan keberanian kepada orang-orang Palestin. Ketika Palestin berperang dengan Bani Israel, mereka berjaya mengalahkan Bani Israel dengan mudahnya. Bani Israel telah diusir dari Jerusalem. Tabut yang menjadi azimat mereka selama ini telah dirampas.

keberadaanya dulu begitu kuat dan sangat berpengaruh terhadap bangsa Israel semenjak peristiwa exodus keluar dari Tanah Mesir. Namun, benda itu kini telah hilang ditelan masa, lenyap dari sejarah, dan tak ada yang tahu dimana letaknya sekarang.

Dimulai dari Yerusalem, Kota yang mungkin terlalu suci bagi banyak orang. Di tengahnya terletak sebuah bukit bernama Gunung Moria, yang kini menjadi situs Dome of the Rock / Qubbah As-Sakhrah yang luar biasa. Selain Dome of the Rock, dikompleks tersebut (Al-Haram ash-Sharif) terdapat Masjidil Aqsha. Dari sini, Muhammad s.a.w dinaikan ke langit (Sidratul Muntaha) dalam peristiwa Mi’raj. Jauh Sebelum itu nabi Isa a.s menyembuhkan orang buta dan sakit di sini, sehingga kaum Kristiani juga menyebutnya tanah suci. 1000 tahun sebelumnya, nabi Sulaiman a.s membangun bait aslinya di gunung ini untuk menyimpan benda misterius yang disebut the Ark of the Covenant / Tabut perjanjian.

Di masa itu, tempat ini adalah pusat dari agama Yahudi. Bagaimana tabut itu sampai disini dan bagaimana bisa lenyap dari sini? itulah teka-teki yang mengundang obsesi. Apa yang terjadi pada benda terpenting di perjanjian lama ini sehingga bisa lenyap begitu saja? Kisah Tabut itu berawal lebih dari 3000 tahun yang lalu. Seseorang memimpin 2 juta orang ke Gurun Sinai. Orang itu adalah Moses/Musa a.s yang memimpin kaumnya keluar dari perbudakan di Mesir. Tiga bulan mengembara setelah mukjizat terbelahnya laut merah, Ia membawa orang Israel ke Gunung Sinai. Tuhan akan melimpahkan hadiah yang belum pernah ada bagi umat manusia. Dari ratusan hukum yang ada di dalam Perjanjian Lama semuanya seolah diturunkan dari suatu tempat. Tapi tidak dengan 10 hukum besar yang dibawa Musa turun dari Gunung Sinai ini. Ada sepuluh perintah Allah yang diturunkan kepada Musa di Gunung Sinai, dan perintah-perintah itu tertulis pada dua loh batu. Musa juga membuat tempat/wadah yang digunakan untuk menyimpan sepuluh perintah Allah yang disampaikan kepadanya di Gunung Sinai ,yaitu apa yang kita sebut sebagai Tabut Perjanjian. Tabut itu dibuat sangat spesifik, berwujud peti kayu dengan panjang 1,2 meter, lebar 61 cm, dan tinggi 61 cm. Terbuat dari kayu keras yang disebut akasia, bagian luar dan dalamnya disepuh dengan emas murni. Di sudut-sudut tabut harus ada 4 cincin emas, dimana kayu pengusung yang juga disepuh dengan emas dapat dimasukkan untuk membawa Tabut tersebut. Tutupnya yang juga disebut sebagai “tumpuan kaki tuhan” harus juga terbuat dari emas murni, dimana Patung Mailakat bersayap emas (kerubim) juga diletakkan di ujung-ujung atasnya dan saling berhadapan.

Tabut itu mendampingi Kaum Israel 40 tahun lama-nya selama mereka mengembara dan berperang. Bersama tabut itu, orang Israel mampu menaklukkan tanah yang dijanjikan. Benda ini mengandung kekuatan dan kepentingan yang tak terbayangkan. Menurut cerita dalam Alkitab Yahudi, tabut itu dibawa di depan pasukan dalam setiap pertempuran, tiap pertempuran selama penaklukkan orang Israel akan tanah Kanaan. Ia terus menerus dibawa dalam perang agar musuh dapat terkalahkan dan Tabut itu akan selalu berada di garis depan. Ada catatan luar biasa bahwa tabut itu terangkat dari tanah dan terbang menuju kearah musuh sambil mengeluarkan suara-suara erangan. Satu orang malang bernama Uza, hanya berniat menstabilkan Tabut tersebut saat tampak goyah sewaktu diangkat oleh para pendeta Lewi, dan ia langsung mati terbakar. sesudahnya, Musa memerintahkan agar dibuatkan kemah/tenda untuk meletakkan Tabut itu. Bukan untuk melindunginya dari orang, tapi justru sebaliknya.

Tabut pada pandangan yahudi lebih suci dari segala kitab-kitab suci yang terdapat pada mereka, mereka letakan ditengah khemah dan Nabi Daud akan hadir bersama mereka.

Dan ketika Nabi Sulaiman membina binaan (tempat suci), Nabi Sulaiman meletakkannya di sudut yang paling tinggi, dalam bilik yang tidak berjendela dan dihadapan mihrab mereka percaya Roh Allah akan menjelma pada Tabut, dan ketika runtuhnya tempat suci itu, maka hilanglah Tabut dan terbakar bersama binaan yang telah dibina oleh Nabi Sulaiman. 

Terdapat berbagai kisah tentang Tabut, sehingga terdapat kisah juga yang mengatakan anak nabi Sulaiman, hasil perkahwinan dengan Puteri Balkis telah melarikan Tabut ke Mesir. Kemudian ke Habsyah tetapi yahudi tetap mencari Tabut yang berbentuk kotak kecil diperbuat daripada kayu yang telah berusia paling sedikit 3200 tahun.

setengah daripada kaum yahudi berpendapat Tabut tersimpan dibawah masjid Al-Aqsa. Dimana terdapat juga orang-orang palestin memberi kerjasama mencari Tabut kerana terdapat riwayat seorang lelaki Jordan telah ternampak peti tersebut ditanam satu tempat di Masjid Al-Aqsa. Kaum yahudi akan tetap mencari Peti Tabut tersebut walaupun memakan masa berkurun tetapi untuk membuktikan bahawa mereka adalah kaum yang memihak kepada kebenaran. Sebenarnya mereka sendiri telah terpesong jauh dari hakikat kebenaran, mereka sendiri memutarkan belitkan fakta sejarah. Semua yang yahudi cari, yahudi akan menganggapnya satu perkara yang suci.

Peti Tabut ini mungkan diantara peti rahsia yang tidak sebenar kerana kaum yahudi sendiri telah menipu sesama mereka sehingga sukar mereka menemui peti sebenar.

Apa yang mereka dapati dalam peti ini adalah sedikit batu kesan sejarah dan lain-lain barang yang diperbuat daripada emas.

Pencarian masih lagi dilakukan sekarang ini di bawah masjid Al-Aqsa dan sekitarnya. Ini telah merosakkan struktur asas binaan masjid ini.Tetapi malangnya ramai umat Islam yang lena tidur dibuai oleh permainan Yahudi di media massa dan sebagainya

JADI DIMANAKAH SEBENARNYA TABUT NABI MUSA INI? HANYA ALLAH SWT YANG MAHA MENGETAHUI.

ASSALAMUALAIKUM WR.WB.







SUMBER:

http://billyinfo.blogspot.com/2013/02/misteri-tabut-yahudi-dan-haikal-sulaiman.html#axzz2TcJcYUpo

http://zharifalimin.blogspot.com/2011/07/peti-rahsia-yang-dicari-oleh-yahudi.html