ASSALAMUALAIKUM WR.WB.
"salam penulis"
salam sejahtera untuk pembaca,dan para sesama blogger ini adalah postingan pertama saya,mohon maaf dan maklum bila ada ke salahan informasi dalam posting saya ini, koreksi saya jika saya salah, postingan ini adalah kumpulan dari berbagai sumber yg saya rangkum semoga bisa menjadi informasi yg berguna bagi para pembaca.
Misteri Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian dianggap oleh beberapa pihak
sebagai yang terbesar dari semua harta tersembunyi dan penemuannya akan
memberikan kebenaran bahwa Perjanjian Lama adalah kenyataan proses
penyelamatan manusia. Benda bersejarah sekaligus benda misterius ini
tetap menjadi tujuan dari setiap arkeolog modern dalam petualangannya.
Tabut Perjanjian ini berisi sepuluh perintah yang ditulis di atas
lempengan batu oleh Tuhan kepada Musa di Gunung Sinai.
Menurut Kitab Keluaran, Tabut ini terbuat dari kayu Sitim (mirip dengan akasia) dan ditutupi emas pada bagian luar dan pada tutup tabut pendamaian terdapat dua malaikat yang juga terbuat dari emas. Tabut Perjanjian diyakini memiliki kekuatan gaib karena dalam beberapa kejadian unik, termasuk menyebabkan kematian seorang pria. Ada beberapa spekulasi sekitar tempat penyimpanan terakhir dari Tabut Perjanjian, dan karena masih sebuah misteri, akan membutuhkan orang yang berani atau bahkan nekat untuk membukanya.
Menurut Kitab Keluaran, Tabut ini terbuat dari kayu Sitim (mirip dengan akasia) dan ditutupi emas pada bagian luar dan pada tutup tabut pendamaian terdapat dua malaikat yang juga terbuat dari emas. Tabut Perjanjian diyakini memiliki kekuatan gaib karena dalam beberapa kejadian unik, termasuk menyebabkan kematian seorang pria. Ada beberapa spekulasi sekitar tempat penyimpanan terakhir dari Tabut Perjanjian, dan karena masih sebuah misteri, akan membutuhkan orang yang berani atau bahkan nekat untuk membukanya.
Di Dalam Alkitab
Tabut ini pertama kali disebutkan dalam Alkitab Ibrani/Perjanjian Lama/Taurat dalam Kitab Keluaran, dan kemudian banyak kali dalam: Ulangan, Yosua, Hakim, I Samuel, II Samuel, Raja-raja I, I Tawarikh, II Tawarikh, Mazmur dan Yeremia . Dalam Kitab Yeremia, adalah direferensikan oleh Yeremia, yang berbicara pada zaman Yosia (Yer. 3:16), menubuatkan keadaan waktu mendatang ketika Tabut tidak dipatuhi atau tidak dilakukan lagi. Dalam Perjanjian Baru, Tabut ini disebutkan dalam Surat Ibrani dan Wahyu kepada Yohanes.
Ibrani 9:04 menyatakan bahwa Tabut berisi “the golden pot that had manna, and Aaron’s rod that budded, and the tablets of the covenant.” Wahyu 11:19 mengatakan bahwa Yohanes melihat Bait Suci Allah di surga terbuka, “dan tabut perjanjian-Nya terlihat dalam bait-Nya.” Sejumlah penulis Roma Katolik menghubungkan ayat ini dengan Perempuan dari dalam Kitab Wahyu 12:1, yang berada pada bagian selanjutnya, dan berpendapat bahwa Santa Perawan Maria adalah “Tabut Perjanjian Baru”.
Tabut ini pertama kali disebutkan dalam Alkitab Ibrani/Perjanjian Lama/Taurat dalam Kitab Keluaran, dan kemudian banyak kali dalam: Ulangan, Yosua, Hakim, I Samuel, II Samuel, Raja-raja I, I Tawarikh, II Tawarikh, Mazmur dan Yeremia . Dalam Kitab Yeremia, adalah direferensikan oleh Yeremia, yang berbicara pada zaman Yosia (Yer. 3:16), menubuatkan keadaan waktu mendatang ketika Tabut tidak dipatuhi atau tidak dilakukan lagi. Dalam Perjanjian Baru, Tabut ini disebutkan dalam Surat Ibrani dan Wahyu kepada Yohanes.
Ibrani 9:04 menyatakan bahwa Tabut berisi “the golden pot that had manna, and Aaron’s rod that budded, and the tablets of the covenant.” Wahyu 11:19 mengatakan bahwa Yohanes melihat Bait Suci Allah di surga terbuka, “dan tabut perjanjian-Nya terlihat dalam bait-Nya.” Sejumlah penulis Roma Katolik menghubungkan ayat ini dengan Perempuan dari dalam Kitab Wahyu 12:1, yang berada pada bagian selanjutnya, dan berpendapat bahwa Santa Perawan Maria adalah “Tabut Perjanjian Baru”.
Al Qur’an menyebutkan:
“Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja ialah kembalinya Tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan daripada Tuhanmu dan sisa daripada peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun. Tabut itu dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu jika kamu orang yang beriman.”(al-Baqarah: 248)
Seorang sarjana Islam Al Baidawi menyebutkan bahwa Sakina bisa saja Taurat Kitab Musa. Menurut Al-Jalalan, peninggalan di dalam Tabut adalah fragmen dari dua lempeng batu, tongkat kecil, jubah, sepatu, mitres Musa dan vas Manna. Al-Tha’alibi, dalam Qisas Al-Anbiya (Cerita para nabi), telah memberikan sejarah awal dan akhir dari Ark of the Covenant
Menurut kebanyakan ulama Muslim, Tabut Perjanjian memiliki dasar agama dalam Islam, dan Islam memberi makna khusus. Sekte Muslim Syiah percaya bahwa hal itu akan ditemukan oleh Mahdi di dekat akhir zaman dari Danau Tiberias.
TABUT sebagaimana yang diceritakan dalam al-Quran adalah satu anugerah
Allah kepada Bani Israel. Di dalamnya terdapat sebuah kitab suci. Ia
berukuran tiga hasta panjang dan dua hasta lebar. Ia mempunyai
berbagai-bagai keistimewaan. Tabut tersebut boleh memberikan ketenangan
dan semangat kepada sesiapa sahaja yang melihatnya. Ia mampu mengalahkan
pihak lawan dalam peperangan. Sekiranya Tabut itu dibawa ketika
berperang, sudah pasti pihak musuh akan berasa gentar dan tewas.
Malangnya, Bani Israel tidak tahu mensyukuri anugerah yang diberikan
itu. Mereka mengingkari segala perintah Allah s.w.t.. Mereka banyak
memalsukan kitab suci mereka. Mereka juga ingkar dengan ajaran Nabi
Samuel. Pada zaman tersebut, Nabi Samuel diutuskan oleh Allah untuk
menyeru mereka ke jalan kebenaran. Semasa kecil Nabi Samuel telah
dididik dan dibesarkan oleh orang yang alim. Baginda kemudiannya diajar
dengan ajaran Nabi Musa dan juga kitab sucinya iaitu Taurat. Setelah
dewasa dan menjadi utusan Allah, Nabi Samuel mula berdakwah kepada Bani
Israel supaya menyembah Allah tetapi mereka ingkar. Malah, mereka tidak
percaya akan kenabian Nabi Samuel. Mereka menuduhnya sebagai pendusta.
Bani Israel telah mencabarnya agar menunjukkan bukti kenabiannya. Lalu
Allah menarik balik keistimewaan yang diberikan kepada Bani Israel itu.
Dia menukarkannya dengan memberi kekuatan dan keberanian kepada
orang-orang Palestin. Ketika Palestin berperang dengan Bani Israel,
mereka berjaya mengalahkan Bani Israel dengan mudahnya. Bani Israel
telah diusir dari Jerusalem. Tabut yang menjadi azimat mereka selama ini
telah dirampas.
Dimulai dari Yerusalem, Kota yang mungkin terlalu suci bagi banyak orang. Di tengahnya terletak sebuah bukit bernama Gunung Moria, yang kini menjadi situs Dome of the Rock / Qubbah As-Sakhrah yang luar biasa. Selain Dome of the Rock, dikompleks tersebut (Al-Haram ash-Sharif) terdapat Masjidil Aqsha. Dari sini, Muhammad s.a.w dinaikan ke langit (Sidratul Muntaha) dalam peristiwa Mi’raj. Jauh Sebelum itu nabi Isa a.s menyembuhkan orang buta dan sakit di sini, sehingga kaum Kristiani juga menyebutnya tanah suci. 1000 tahun sebelumnya, nabi Sulaiman a.s membangun bait aslinya di gunung ini untuk menyimpan benda misterius yang disebut the Ark of the Covenant / Tabut perjanjian.
Di masa itu, tempat ini adalah pusat dari agama Yahudi. Bagaimana tabut
itu sampai disini dan bagaimana bisa lenyap dari sini? itulah teka-teki
yang mengundang obsesi. Apa yang terjadi pada benda terpenting di
perjanjian lama ini sehingga bisa lenyap begitu saja? Kisah Tabut itu
berawal lebih dari 3000 tahun yang lalu. Seseorang memimpin 2 juta orang
ke Gurun Sinai. Orang itu adalah Moses/Musa a.s yang memimpin kaumnya
keluar dari perbudakan di Mesir. Tiga bulan mengembara setelah mukjizat
terbelahnya laut merah, Ia membawa orang Israel ke Gunung Sinai. Tuhan
akan melimpahkan hadiah yang belum pernah ada bagi umat manusia. Dari
ratusan hukum yang ada di dalam Perjanjian Lama semuanya seolah
diturunkan dari suatu tempat. Tapi tidak dengan 10 hukum besar yang
dibawa Musa turun dari Gunung Sinai ini. Ada sepuluh perintah Allah yang
diturunkan kepada Musa di Gunung Sinai, dan perintah-perintah itu
tertulis pada dua loh batu. Musa juga membuat tempat/wadah yang
digunakan untuk menyimpan sepuluh perintah Allah yang disampaikan
kepadanya di Gunung Sinai ,yaitu apa yang kita sebut sebagai Tabut
Perjanjian. Tabut itu dibuat sangat spesifik, berwujud peti kayu dengan
panjang 1,2 meter, lebar 61 cm, dan tinggi 61 cm. Terbuat dari kayu
keras yang disebut akasia, bagian luar dan dalamnya disepuh dengan emas
murni. Di sudut-sudut tabut harus ada 4 cincin emas, dimana kayu
pengusung yang juga disepuh dengan emas dapat dimasukkan untuk membawa
Tabut tersebut. Tutupnya yang juga disebut sebagai “tumpuan kaki tuhan”
harus juga terbuat dari emas murni, dimana Patung Mailakat bersayap emas
(kerubim) juga diletakkan di ujung-ujung atasnya dan saling berhadapan.
Tabut itu mendampingi Kaum Israel 40 tahun lama-nya selama mereka
mengembara dan berperang. Bersama tabut itu, orang Israel mampu
menaklukkan tanah yang dijanjikan. Benda ini mengandung kekuatan dan
kepentingan yang tak terbayangkan. Menurut cerita dalam Alkitab Yahudi,
tabut itu dibawa di depan pasukan dalam setiap pertempuran, tiap
pertempuran selama penaklukkan orang Israel akan tanah Kanaan. Ia terus
menerus dibawa dalam perang agar musuh dapat terkalahkan dan Tabut itu
akan selalu berada di garis depan. Ada catatan luar biasa bahwa tabut
itu terangkat dari tanah dan terbang menuju kearah musuh sambil
mengeluarkan suara-suara erangan. Satu orang malang bernama Uza, hanya
berniat menstabilkan Tabut tersebut saat tampak goyah sewaktu diangkat
oleh para pendeta Lewi, dan ia langsung mati terbakar. sesudahnya, Musa
memerintahkan agar dibuatkan kemah/tenda untuk meletakkan Tabut itu.
Bukan untuk melindunginya dari orang, tapi justru sebaliknya.
Tabut
pada pandangan yahudi lebih suci dari segala kitab-kitab suci yang
terdapat pada mereka, mereka letakan ditengah khemah dan Nabi Daud akan
hadir bersama mereka.
Dan
ketika Nabi Sulaiman membina binaan (tempat suci), Nabi Sulaiman
meletakkannya di sudut yang paling tinggi, dalam bilik yang tidak
berjendela dan dihadapan mihrab mereka percaya Roh Allah akan menjelma
pada Tabut, dan ketika runtuhnya tempat suci itu, maka hilanglah Tabut
dan terbakar bersama binaan yang telah dibina oleh Nabi Sulaiman.
Terdapat
berbagai kisah tentang Tabut, sehingga terdapat kisah juga yang
mengatakan anak nabi Sulaiman, hasil perkahwinan dengan Puteri Balkis
telah melarikan Tabut ke Mesir. Kemudian ke Habsyah tetapi yahudi tetap
mencari Tabut yang berbentuk kotak kecil diperbuat daripada kayu yang
telah berusia paling sedikit 3200 tahun.
setengah
daripada kaum yahudi berpendapat Tabut tersimpan dibawah masjid
Al-Aqsa. Dimana terdapat juga orang-orang palestin memberi kerjasama
mencari Tabut kerana terdapat riwayat seorang lelaki Jordan telah
ternampak peti tersebut ditanam satu tempat di Masjid Al-Aqsa. Kaum
yahudi akan tetap mencari Peti Tabut tersebut walaupun memakan masa
berkurun tetapi untuk membuktikan bahawa mereka adalah kaum yang memihak
kepada kebenaran. Sebenarnya mereka sendiri telah terpesong jauh dari
hakikat kebenaran, mereka sendiri memutarkan belitkan fakta sejarah.
Semua yang yahudi cari, yahudi akan menganggapnya satu perkara yang
suci.
Peti
Tabut ini mungkan diantara peti rahsia yang tidak sebenar kerana kaum
yahudi sendiri telah menipu sesama mereka sehingga sukar mereka menemui
peti sebenar.
Apa yang mereka dapati dalam peti ini adalah sedikit batu kesan sejarah dan lain-lain barang yang diperbuat daripada emas.
JADI DIMANAKAH SEBENARNYA TABUT NABI MUSA INI? HANYA ALLAH SWT YANG MAHA MENGETAHUI.
ASSALAMUALAIKUM WR.WB.
SUMBER:
http://billyinfo.blogspot.com/2013/02/misteri-tabut-yahudi-dan-haikal-sulaiman.html#axzz2TcJcYUpo
http://zharifalimin.blogspot.com/2011/07/peti-rahsia-yang-dicari-oleh-yahudi.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar