Jumat, 17 Mei 2013

FAKTA MENARIK SURAH AL-QURAN "AL-QOMAR AYAT 1"

Eksplorasi Bulan ditandai dengan slogan: “One small step for man; one giant leap for mankind“. Peristiwa bersejarah dalam penyelidikan ruang angkasa ini didokumentasikan oleh kamera dan setiap orang sejak itu dapat menyaksikan hal ini. Sebagian orang menganggap peristiwa pendaratan manusia di bulan sebagai sebuah “hoax” atau kebohongan. Bagi penulis, peristiwa tersebut diyakini kebenarannya. Tulisan ini mencoba mengkaitkan peristiwa pendaratan di bulan dengan mukjizat Nabi dan kebenaran Al-Qur’an khususnya QS 54:1 dari beberapa hal.

Dari satu sisi peristiwa pendaratan manusia di bulan telah memberikan bukti bahwa bulan pernah terbelah yang diyakini merupakan mukjizat Nabi Muhammad seperti yang disebutkan pada kitab Hadist. Di sisi lain peristiwa pendaratan manusia di bulan juga dapat dikaitkan erat dengan Al Qur’an surat Al-Qamar ayat 1 jika dilihat dari beberapa aspek yang terkait dengan fenomena yang terkait dengan peristiwa pendaratan tersebut 








 LOKASI PENDARATAN APOLLO 11




 BUKTI BULAN PERNAH TERBELAH
Berikut ini beberapa fenomena menarik yang mungkin dapat memberikan pencerahan kepada pembaca mengenai kebenaran peristiwa pendaratan di bulan yang terkait dengan QS Al-Qamar ayat 1 sebagai berikut:
  1. Kata “terbelah” yang digunakan dalam ayat ini (QS 54:1) merupakan terjemahan dari kata “syaqqa”, yang dalam bahasa Arab memiliki beberapa arti, tetapi terjemahan “terbelah” lebih disukai. Kata “SYAQQA” dalam bahasa Arab juga bisa berarti “MENGGALI” atau “MEMBELAH dalam arti bukan membelah jadi dua). Salah satu contoh dalam Al-Qur’an bisa dilihat pada QS 80:25-29 (Surah Abasa) yang artinya: “Sesungguhnya Kami benar-benar telah mencurahkan air (dari langit), kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, lalu Kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, anggur dan sayur-sayuran, Zaitun dan pohon kurma, kebun-kebun (yang) lebat, dan buah-buahan serta rumput-rumputan, untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu”. Di sini jelas bahwa bumi tidak dibelah jadi dua. Istilah yang pas mungkin “gali tanah”. Ketika kata “syaqqa” diartikan sebagai “tergali”, maka ketika 21 kilogram batuan yang digali berhasil dibawa astronot dari bulan menuju bumi dapat dikatakan bahwa bulan telah tergali (terbelah).
  2. Peristiwa keberangkatan astronot Amerika dari bulan menuju ke bumi dengan membawa 21 kilogram batuan bulan tercatat pada pukul 17:54:1 (waktu untuk seluruh negara/universal time) atau pukul 1:54:1 EDT. Waktu menit dan detik ini tepat bersesuaian dengan QS 54:1 yang artinya “Hari Akhir sudah dekat dan Bulan telah terbelah”.
  3. Peristiwa pendaratan manusia di bulan, khususnya pada saat kepulangan astronot dari bulan menuju bumi yang terjadi pada tahun 1969 M (kalender Masehi) bertepatan dengan tahun 1389 H (kalender hijriyah). Jika kita hitung jumlah seluruh ayat Al Quran setelah QS 54:1 (dari ayat 2 Surat Al-Qamar) sampai dengan ayat terakhir dalam Al-Quran akan ditemukan sebanyak 1389 ayat. Jadi secara tidak langsung Al-Qur’an menyatakan bahwa manusia akan mendarat di bulan pada tahun 1389 H
     
    Mengapa? Karena Allah telah menghitung segala sesuatunya secara detil. QS 72 ayat 28 menyatakan “dan Allah menghitung segala sesuatunya satu per satu (secara detil)” (QS 72:28). Ditambahkan pula bahwa seluruh rentetan kejadian yang menyangkut proyek Apollo karena atas izin Allah. QS 55:33 menyebutkan “Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya tanpa otorisasi” (catatan: “otorisasi” merupakan terjemahan yang umumnya dipakai oleh terjemahan Al Qur’an berbahasa Inggris, sementara terjemahan DEPAG adalah “kekuatan”).
    Semoga kita dijauhkan dari apa yang disebutkan dalam QS Al-Qamar ayat 2-3 sebagai berikut: “Dan jika mereka melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus, dan mereka mendustakan dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya”.

    Walau NASA tidak memberikan pernyataan resmi,tetapi astronot mereka sendiri yang mengaku melalui siaran BBC, dan itu cukup membuat bangga, dan bertambah iman umat islam .
    "KAMI UMAT ISLAM TIDAK PERLU  MENGHAMBURKAN RATUSAN JUTA DOLLAR SEPERTI MEREKA UNTUK BERANGKAT KE BULAN MEMBUKTIKAN BAHWA BULAN PERNAH TERBELAH,CUKUP DENGAN MEMBACA AL-QURAN KITA TAU RAHASIA ALAM SEMESTA DAN KEHIDUPAN INI."
    MAAF BILA PERNYATAAN PENULIS TIDAK MEMBUAT NYAMAN PEMBACA, TETAPI INILAH KENYATAANNYA, BILA ANGKA-ANGKA YG PENULIS UTARAKAN DI ATAS TERDAPAT DALAM AL-KITAB LAINNYA, MAKA PASTI ADA PERTEMUAN BESAR DAN RAHASIA UNTUK MEMBAHASNYA.
    "DAN BUKAN NASKAH KITAB KAMI YANG TERCERAI BERAI."

    sumber : THE GREATEST DESIGN, ZAYNUR RIDWAN BAGIAN 74 HALAMAN 453.

PENCARIAN TABUT NABI MUSA DAN NABI HARUN OLEH SEKELOMPOK KAUM.

 ASSALAMUALAIKUM WR.WB.

"salam penulis"
     salam sejahtera untuk pembaca,dan para sesama blogger ini adalah postingan pertama saya,mohon maaf dan maklum bila ada ke salahan informasi dalam posting saya ini, koreksi saya jika saya salah, postingan ini adalah kumpulan dari berbagai sumber yg saya rangkum semoga bisa menjadi informasi yg berguna bagi para pembaca.


      Misteri Tabut Perjanjian. Tabut Perjanjian dianggap oleh beberapa pihak sebagai yang terbesar dari semua harta tersembunyi dan penemuannya akan memberikan kebenaran bahwa Perjanjian Lama adalah kenyataan proses penyelamatan manusia. Benda bersejarah sekaligus benda misterius ini tetap menjadi tujuan dari setiap arkeolog modern dalam petualangannya. Tabut Perjanjian ini berisi sepuluh perintah yang ditulis di atas lempengan batu oleh Tuhan kepada Musa di Gunung Sinai.

      Menurut Kitab Keluaran, Tabut ini terbuat dari kayu Sitim (mirip dengan akasia) dan ditutupi emas pada bagian luar dan pada tutup tabut pendamaian terdapat dua malaikat yang juga terbuat dari emas. Tabut Perjanjian diyakini memiliki kekuatan gaib karena dalam beberapa kejadian unik, termasuk menyebabkan kematian seorang pria. Ada beberapa spekulasi sekitar tempat penyimpanan terakhir dari Tabut Perjanjian, dan karena masih sebuah misteri, akan membutuhkan orang yang berani atau bahkan nekat untuk membukanya.

Di Dalam Alkitab

Tabut ini pertama kali disebutkan dalam Alkitab Ibrani/Perjanjian Lama/Taurat dalam Kitab Keluaran, dan kemudian banyak kali dalam: Ulangan, Yosua, Hakim, I Samuel, II Samuel, Raja-raja I, I Tawarikh, II Tawarikh, Mazmur dan Yeremia . Dalam Kitab Yeremia, adalah direferensikan oleh Yeremia, yang berbicara pada zaman Yosia (Yer. 3:16), menubuatkan keadaan waktu mendatang ketika Tabut tidak dipatuhi atau tidak dilakukan lagi. Dalam Perjanjian Baru, Tabut ini disebutkan dalam Surat Ibrani dan Wahyu kepada Yohanes.

Ibrani 9:04 menyatakan bahwa Tabut berisi “the golden pot that had manna, and Aaron’s rod that budded, and the tablets of the covenant.” Wahyu 11:19 mengatakan bahwa Yohanes melihat Bait Suci Allah di surga terbuka, “dan tabut perjanjian-Nya terlihat dalam bait-Nya.” Sejumlah penulis Roma Katolik menghubungkan ayat ini dengan Perempuan dari dalam Kitab Wahyu 12:1, yang berada pada bagian selanjutnya, dan berpendapat bahwa Santa Perawan Maria adalah “Tabut Perjanjian Baru”.


Al Qur’an menyebutkan:
Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja ialah kembalinya Tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan daripada Tuhanmu dan sisa daripada peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun. Tabut itu dibawa oleh malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu jika kamu orang yang beriman.”(al-Baqarah: 248)

Seorang sarjana Islam Al Baidawi menyebutkan bahwa Sakina bisa saja Taurat Kitab Musa. Menurut Al-Jalalan, peninggalan di dalam Tabut adalah fragmen dari dua lempeng batu, tongkat kecil, jubah, sepatu, mitres Musa dan vas Manna. Al-Tha’alibi, dalam Qisas Al-Anbiya (Cerita para nabi), telah memberikan sejarah awal dan akhir dari Ark of the Covenant

Menurut kebanyakan ulama Muslim, Tabut Perjanjian memiliki dasar agama dalam Islam, dan Islam memberi makna khusus. Sekte Muslim Syiah percaya bahwa hal itu akan ditemukan oleh Mahdi di dekat akhir zaman dari Danau Tiberias.
 
TABUT sebagaimana yang diceritakan dalam al-Quran adalah satu anugerah Allah kepada Bani Israel. Di dalamnya terdapat sebuah kitab suci. Ia berukuran tiga hasta panjang dan dua hasta lebar. Ia mempunyai berbagai-bagai keistimewaan. Tabut tersebut boleh memberikan ketenangan dan semangat kepada sesiapa sahaja yang melihatnya. Ia mampu mengalahkan pihak lawan dalam peperangan. Sekiranya Tabut itu dibawa ketika berperang, sudah pasti pihak musuh akan berasa gentar dan tewas.

Malangnya, Bani Israel tidak tahu mensyukuri anugerah yang diberikan itu. Mereka mengingkari segala perintah Allah s.w.t.. Mereka banyak memalsukan kitab suci mereka. Mereka juga ingkar dengan ajaran Nabi Samuel. Pada zaman tersebut, Nabi Samuel diutuskan oleh Allah untuk menyeru mereka ke jalan kebenaran. Semasa kecil Nabi Samuel telah dididik dan dibesarkan oleh orang yang alim. Baginda kemudiannya diajar dengan ajaran Nabi Musa dan juga kitab sucinya iaitu Taurat. Setelah dewasa dan menjadi utusan Allah, Nabi Samuel mula berdakwah kepada Bani Israel supaya menyembah Allah tetapi mereka ingkar. Malah, mereka tidak percaya akan kenabian Nabi Samuel. Mereka menuduhnya sebagai pendusta. Bani Israel telah mencabarnya agar menunjukkan bukti kenabiannya. Lalu Allah menarik balik keistimewaan yang diberikan kepada Bani Israel itu. Dia menukarkannya dengan memberi kekuatan dan keberanian kepada orang-orang Palestin. Ketika Palestin berperang dengan Bani Israel, mereka berjaya mengalahkan Bani Israel dengan mudahnya. Bani Israel telah diusir dari Jerusalem. Tabut yang menjadi azimat mereka selama ini telah dirampas.

keberadaanya dulu begitu kuat dan sangat berpengaruh terhadap bangsa Israel semenjak peristiwa exodus keluar dari Tanah Mesir. Namun, benda itu kini telah hilang ditelan masa, lenyap dari sejarah, dan tak ada yang tahu dimana letaknya sekarang.

Dimulai dari Yerusalem, Kota yang mungkin terlalu suci bagi banyak orang. Di tengahnya terletak sebuah bukit bernama Gunung Moria, yang kini menjadi situs Dome of the Rock / Qubbah As-Sakhrah yang luar biasa. Selain Dome of the Rock, dikompleks tersebut (Al-Haram ash-Sharif) terdapat Masjidil Aqsha. Dari sini, Muhammad s.a.w dinaikan ke langit (Sidratul Muntaha) dalam peristiwa Mi’raj. Jauh Sebelum itu nabi Isa a.s menyembuhkan orang buta dan sakit di sini, sehingga kaum Kristiani juga menyebutnya tanah suci. 1000 tahun sebelumnya, nabi Sulaiman a.s membangun bait aslinya di gunung ini untuk menyimpan benda misterius yang disebut the Ark of the Covenant / Tabut perjanjian.

Di masa itu, tempat ini adalah pusat dari agama Yahudi. Bagaimana tabut itu sampai disini dan bagaimana bisa lenyap dari sini? itulah teka-teki yang mengundang obsesi. Apa yang terjadi pada benda terpenting di perjanjian lama ini sehingga bisa lenyap begitu saja? Kisah Tabut itu berawal lebih dari 3000 tahun yang lalu. Seseorang memimpin 2 juta orang ke Gurun Sinai. Orang itu adalah Moses/Musa a.s yang memimpin kaumnya keluar dari perbudakan di Mesir. Tiga bulan mengembara setelah mukjizat terbelahnya laut merah, Ia membawa orang Israel ke Gunung Sinai. Tuhan akan melimpahkan hadiah yang belum pernah ada bagi umat manusia. Dari ratusan hukum yang ada di dalam Perjanjian Lama semuanya seolah diturunkan dari suatu tempat. Tapi tidak dengan 10 hukum besar yang dibawa Musa turun dari Gunung Sinai ini. Ada sepuluh perintah Allah yang diturunkan kepada Musa di Gunung Sinai, dan perintah-perintah itu tertulis pada dua loh batu. Musa juga membuat tempat/wadah yang digunakan untuk menyimpan sepuluh perintah Allah yang disampaikan kepadanya di Gunung Sinai ,yaitu apa yang kita sebut sebagai Tabut Perjanjian. Tabut itu dibuat sangat spesifik, berwujud peti kayu dengan panjang 1,2 meter, lebar 61 cm, dan tinggi 61 cm. Terbuat dari kayu keras yang disebut akasia, bagian luar dan dalamnya disepuh dengan emas murni. Di sudut-sudut tabut harus ada 4 cincin emas, dimana kayu pengusung yang juga disepuh dengan emas dapat dimasukkan untuk membawa Tabut tersebut. Tutupnya yang juga disebut sebagai “tumpuan kaki tuhan” harus juga terbuat dari emas murni, dimana Patung Mailakat bersayap emas (kerubim) juga diletakkan di ujung-ujung atasnya dan saling berhadapan.

Tabut itu mendampingi Kaum Israel 40 tahun lama-nya selama mereka mengembara dan berperang. Bersama tabut itu, orang Israel mampu menaklukkan tanah yang dijanjikan. Benda ini mengandung kekuatan dan kepentingan yang tak terbayangkan. Menurut cerita dalam Alkitab Yahudi, tabut itu dibawa di depan pasukan dalam setiap pertempuran, tiap pertempuran selama penaklukkan orang Israel akan tanah Kanaan. Ia terus menerus dibawa dalam perang agar musuh dapat terkalahkan dan Tabut itu akan selalu berada di garis depan. Ada catatan luar biasa bahwa tabut itu terangkat dari tanah dan terbang menuju kearah musuh sambil mengeluarkan suara-suara erangan. Satu orang malang bernama Uza, hanya berniat menstabilkan Tabut tersebut saat tampak goyah sewaktu diangkat oleh para pendeta Lewi, dan ia langsung mati terbakar. sesudahnya, Musa memerintahkan agar dibuatkan kemah/tenda untuk meletakkan Tabut itu. Bukan untuk melindunginya dari orang, tapi justru sebaliknya.

Tabut pada pandangan yahudi lebih suci dari segala kitab-kitab suci yang terdapat pada mereka, mereka letakan ditengah khemah dan Nabi Daud akan hadir bersama mereka.

Dan ketika Nabi Sulaiman membina binaan (tempat suci), Nabi Sulaiman meletakkannya di sudut yang paling tinggi, dalam bilik yang tidak berjendela dan dihadapan mihrab mereka percaya Roh Allah akan menjelma pada Tabut, dan ketika runtuhnya tempat suci itu, maka hilanglah Tabut dan terbakar bersama binaan yang telah dibina oleh Nabi Sulaiman. 

Terdapat berbagai kisah tentang Tabut, sehingga terdapat kisah juga yang mengatakan anak nabi Sulaiman, hasil perkahwinan dengan Puteri Balkis telah melarikan Tabut ke Mesir. Kemudian ke Habsyah tetapi yahudi tetap mencari Tabut yang berbentuk kotak kecil diperbuat daripada kayu yang telah berusia paling sedikit 3200 tahun.

setengah daripada kaum yahudi berpendapat Tabut tersimpan dibawah masjid Al-Aqsa. Dimana terdapat juga orang-orang palestin memberi kerjasama mencari Tabut kerana terdapat riwayat seorang lelaki Jordan telah ternampak peti tersebut ditanam satu tempat di Masjid Al-Aqsa. Kaum yahudi akan tetap mencari Peti Tabut tersebut walaupun memakan masa berkurun tetapi untuk membuktikan bahawa mereka adalah kaum yang memihak kepada kebenaran. Sebenarnya mereka sendiri telah terpesong jauh dari hakikat kebenaran, mereka sendiri memutarkan belitkan fakta sejarah. Semua yang yahudi cari, yahudi akan menganggapnya satu perkara yang suci.

Peti Tabut ini mungkan diantara peti rahsia yang tidak sebenar kerana kaum yahudi sendiri telah menipu sesama mereka sehingga sukar mereka menemui peti sebenar.

Apa yang mereka dapati dalam peti ini adalah sedikit batu kesan sejarah dan lain-lain barang yang diperbuat daripada emas.

Pencarian masih lagi dilakukan sekarang ini di bawah masjid Al-Aqsa dan sekitarnya. Ini telah merosakkan struktur asas binaan masjid ini.Tetapi malangnya ramai umat Islam yang lena tidur dibuai oleh permainan Yahudi di media massa dan sebagainya

JADI DIMANAKAH SEBENARNYA TABUT NABI MUSA INI? HANYA ALLAH SWT YANG MAHA MENGETAHUI.

ASSALAMUALAIKUM WR.WB.







SUMBER:

http://billyinfo.blogspot.com/2013/02/misteri-tabut-yahudi-dan-haikal-sulaiman.html#axzz2TcJcYUpo

http://zharifalimin.blogspot.com/2011/07/peti-rahsia-yang-dicari-oleh-yahudi.html